Bocah yang Hilang di Sungai Komering Ditemukan Sudah Kaku

Senin 14 Sep 2026 - 11:32 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

BACAKORAN.CO – Pencarian jasad Sulaiman (10), bocah yang hilang karena tenggelam di Sungai Komering, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan berakhir duka.

Korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 08.15 WIB, dalam kondisi sudha kaku dan meninggal dunia, sekitar 100 meter dari titik awal kejadian.

Jenazah Sulaiman langsung dievakuasi dari aliran sungai. Petugas kemudian membawa korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin SE mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu (13/9) sekitar pukul 19.00 WIB. Tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

BACA JUGA:Fathan Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Sehari Tenggelam di Sungai Lematang

BACA JUGA:Dramatis, Berusaha Tolong Teman yang Tenggelam di Sungai Niru, Bocah 10 Tahun Malah Tewas

“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban,” ujar Raymond, Senin (14/9).

Peristiwa bermula sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, Sulaiman bersama delapan temannya berada di Sungai Komering. Mereka mandi sekaligus mencari kepiting rajungan.

Saat mencari kepiting, Sulaiman bersama kakaknya berada di bagian tengah sungai. Keduanya tiba-tiba terseret arus.

Sang kakak berhasil diselamatkan warga. Namun, Sulaiman terbawa arus dan menghilang dari pandangan.

BACA JUGA:Dimarahi Ayah, Kakak Diduga Ikut-Ikutan, Adik Emosi Tusuk Kakak Dengan Sajam Hingga Tewas

BACA JUGA:Joget Berujung Maut, Pria di Pagar Alam Tikam Pemuda, Bukti Orgen Tunggal Malam Hari Masih Ada

Warga kemudian melakukan pencarian. Laporan juga diteruskan kepada tim SAR. Kantor SAR Palembang selanjutnya mengerahkan personel untuk memperkuat pencarian di lokasi.

Operasi melibatkan Tim SAR Gabungan. Unsur Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, serta masyarakat menyisir aliran Sungai Komering. Petugas melakukan pencarian di sekitar titik terakhir korban terlihat.

Pencarian berlangsung hingga malam dan dilanjutkan pada Senin pagi. Harapan keluarga akhirnya berubah menjadi duka setelah petugas menemukan tubuh Sulaiman mengapung sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian.

Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

BACA JUGA:Sudaryono Sebut Masalah MBG Hanya Ideologis Politik, Publik Geram: Ribuan Anak Keracunan Bukan Sekadar Narasi

BACA JUGA:Persija Rasakan STY Effect! Akhiri Dominasi Persib dan Ramaikan Papan Atas

Kasus bocah tenggelam di Sungai Komering OKU Timur ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai bahaya aktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak. Arus sungai dapat berubah dan menyeret seseorang dalam waktu singkat.

Raymond mengimbau orang tua lebih aktif mengawasi anak saat berada di sekitar sungai. Dia meminta masyarakat tidak menganggap aman aktivitas mandi atau bermain di sungai tanpa mengetahui kondisi arus dan kedalamannya.

“Dihindari mandi atau bermain di sungai, terutama pada bagian yang memiliki arus deras dan kedalaman yang tidak diketahui,” tutupnya.

Kategori :