Pungli di Alun-Alun Kidul Yogyakarta: Food Truck Bolosego Hentikan Jualan, Kraton Tegaskan Tak Fasilitasi

Jumat 18 Sep 2026 - 21:00 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACA JUGA:Guru Disorot dalam Polemik MBG, Warganet Desak Evaluasi SPPG

Kronologi Singkat Kejadian

Menurut penuturan pemilik Bolosego, pada H-1 sebelum mulai berjualan, timnya dihubungi pihak paguyuban tukang parkir.

Mereka diminta membayar Rp12,5 juta untuk lima hari, atau setara sekitar Rp2,5 juta per hari.

Alasannya, food truck akan menempati area yang biasanya digunakan untuk parkir kendaraan umum dan beroperasi dari pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.

Selain biaya parkir, Dyah juga menyebutkan adanya permintaan jatah makanan dari pihak yang disebut preman dan bahkan oknum kepolisian setempat.

Hal ini membuat suasana berjualan menjadi tidak nyaman.

BACA JUGA:Putusan MK soal MBG: Anggaran Makan Bergizi Gratis Wajib Dipisahkan dari Dana Pendidikan

Bolosego akhirnya memilih menarik diri demi menghindari konflik lebih lanjut.

Alun-Alun Kidul atau Alkid merupakan bagian integral dari kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kawasan ini berstatus cagar budaya danberada di bawah kewenangan Kraton.

Di malam hari, Alkid ramai dengan aktivitas kuliner, sepeda hias, dan wisatawan yang mencoba tradisi masangin di antara dua pohon beringin kurung.

BACA JUGA:Penuhi Panggilan Kerja ke Jakarta, Perempuan Asal Prabumulih ini Malah Tertipu

Isi Klarifikasi Kraton Yogyakarta

Kraton menekankan bahwa izin yang diberikan kepada Bolosego bersifat resmi dan tidak mencakup atau membenarkan pungutan liar.

Dalam pernyataan yang beredar, pihakKraton menegaskan tidak ada kebijakan yang mewajibkan pembayaran di luar ketentuan resmi kepada pihak ketiga.

“Bolosego tidak mau memfasilitasi pungli,” tegas Dyah dalam videonya sambil menjelaskan posisi usahanya yang ingin beroperasi secara bersih.

Klarifikasi Kraton ini mendapat respons beragam.

Kategori :