Jepang di Ambang Krisis! Harga Beras Meledak 99%, PM Ishiba di Terancam Lengser
Jepang berada di ambang krisis setelah harga beras meledak hampir dua kali lipat hingga 99% sehingga membuat PM Ishiba terancam lengser dari posisinya.--kolase @zennoh dan @thammachartseafood/ist
BACA JUGA:Uji Materi Syarat Capres Ditolak, Mahkamah Konstitusi Tegaskan Tidak Perlu Pendidikan Tinggi
BACA JUGA:Hasil Penyelidikan Jatuhnya Air India, Ungkap Pilot Pesawat Saat Itu Ada Riwayat Kesehatan Mental
Tak cukup sampai di situ, Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Ishiba juga dihantam skandal internal.
Kombinasi antara krisis pangan dan kekacauan di tubuh partai membuat LDP kehilangan mayoritas di majelis rendah.
Kini, koalisi Ishiba terancam kehilangan kendali atas majelis tinggi juga.
Jika itu terjadi, Ishiba bisa dipaksa lengser kurang dari setahun setelah menjabat.
BACA JUGA:Yang Hendak di Renovasi Capai 5.000 Rumah, Dananya Hanya Cukup untuk 30 Rumah
BACA JUGA:Riza Chalid Menghilang Misterius? Singapura Bantah Ada di Negaranya!
Gagal Panen, Penimbunan, dan Ketakutan Massal
Ledakan harga beras dipicu cuaca ekstrem dua tahun terakhir menghancurkan banyak lahan pertanian.
Gagal panen massal pun terjadi.
Pedagang nakal ikut memperparah situasi dengan melakukan penimbunan, sementara masyarakat panik akibat peringatan pemerintah soal potensi bencana besar.
BACA JUGA:Heboh! Penjarahan Warung Kelontong di Rawasari Jakpus oleh Pelaku Balap Liar saat Tawuran
BACA JUGA:Israel Turun Gunung, Suriah Makin Membara! 350 Orang Tewas Termasuk Jurnalis!
Pemerintah Jepang pun terpaksa melepas cadangan beras nasional sejak Februari--tindakan yang biasanya hanya dilakukan saat terjadi bencana besar seperti gempa atau tsunami.
“Distribusi terganggu, permintaan melonjak, dan rakyat jadi korban. Ini krisis nyata yang menguji pemerintah!” ujar Hiroshi Saito, analis pangan dari Tokyo Food Policy Institute.