Demo Tolak Kenaikan PPB di Bone Berakhir Ricuh, Tembakan Gas Air Mata Dibalas Lemparan Batu
Demo tolak kenaikan PBB di Bone ricuh. Gas air mata dibalas lemparan batu, aparat dan warga terluka/Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone
Polisi mengamankan belasan demonstran yang diduga menjadi provokator dalam kericuhan tersebut.
Mereka langsung dibawa ke Polres Bone untuk pemeriksaan lebih lanjut.
BACA JUGA:Siap-siap, Kemenkeu Akan Kejar Pajak Lewat Sosmed, Begini Cara DJP Meninjau!
Aparat gabungan TNI-Polri tetap berjaga di sekitar Kantor Bupati Bone hingga malam hari guna mencegah bentrokan susulan.
Beberapa fasilitas umum di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan akibat aksi massa.
Pemerintah Kabupaten Bone akhirnya memutuskan untuk menunda penerapan kenaikan PBB-P2 sebagai respons atas eskalasi aksi dan tuntutan masyarakat.
Klarifikasi Pemerintah Kenaikan Hanya 65 Persen
Di tengah kekacauan, Pemerintah Kabupaten Bone memberikan klarifikasi terkait isu kenaikan PBB-P2 yang disebut mencapai 300 persen.
BACA JUGA:Viral Video Warga Ngamuk saat Satpol PP Sita Hasil Donasi untuk Massa Aksi Demo Kenaikan PBB di Pati
Kepala Bapenda Bone, Muh Angkasa, menegaskan bahwa kenaikan hanya sebesar 65 persen, bukan 300 persen seperti yang beredar.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan berdasarkan Zona Nilai Tanah (ZNT) terbaru dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Nilai tanah di Bone terakhir diperbarui sekitar 14 tahun lalu, dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang sangat rendah, bahkan ada yang hanya Rp 7.000/m².
Penyesuaian ini bertujuan agar nilai tanah lebih wajar dan mendekati harga pasar.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut menambahkan bahwa kenaikan ini juga merespons temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menyebut banyak objek pajak hanya dikenai PBB atas tanah, padahal bangunan telah berdiri di atasnya.