Tata Niaga Gula Amburadul, Petani Tebu Tercekik! DPR Desak Pemerintah Bangun Skema Baru
Tata Niaga Gula Amburadul, Petani Tebu Tercekik, DPR Desak Pemerintah Bangun Skema Baru --Ekonomi Bisnis
Kekacauan dalam sistem distribusi ini tidak hanya menimbulkan ketidakseimbangan pasar, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani tebu.
Alex mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 100 ribu ton gula hasil produksi petani yang menumpuk di gudang karena tidak terserap oleh pasar.
BACA JUGA:Viral Video Polisi Gerebek Gudang Penampungan Motor Curian di Matraman, 5 Pelaku Ditangkap
Kondisi ini sangat merugikan petani, yang seharusnya mendapatkan keuntungan dari hasil panen mereka.
“Selain merugikan petani, masuknya GKR ke pasar tradisional juga berisiko terhadap kesehatan masyarakat karena tidak melalui proses distribusi yang sesuai,” tambahnya.
Sorotan Terhadap BUMN Pangan dan Dana Investasi
Alex juga menyoroti peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, yakni ID Food, yang diberi mandat untuk menyerap gula petani.
BACA JUGA:Viral Video Warga Simeulue Gerebek Pimpinan Ponpes dan Wanita Bercadar Berduaan di Mobil
Ia menekankan pentingnya skema penyerapan yang jelas, transparan, dan akuntabel.
Terlebih lagi, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 triliun melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendukung program ini.
“Dana tersebut bukan untuk layanan publik biasa. Maka dari itu, penggunaannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan perhitungan yang matang,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.
Penghentian Impor GKR: Langkah Tepat, Tapi Perlu Perhitungan
BACA JUGA:Dulu Viral Hina Guru, Kini Tiktoker Pontianak ini Hina Suku Dayak dan Berujung Dipolisikan