Israel Bombardir Gaza Lagi, Bantuan Kemanusiaan Terhenti di Perbatasan Rafah
Israel Bombardir Gaza Lagi, Bantuan Kemanusiaan Terhenti di Perbatasan Rafah--CNN Indonesia
Hamas telah memulangkan 20 sandera hidup dan 12 jenazah, namun menyatakan bahwa pencarian jenazah lainnya memerlukan peralatan khusus karena banyak yang terkubur di bawah reruntuhan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan bahwa pembukaan kembali perlintasan Rafah bergantung pada penyerahan jenazah para sandera.
BACA JUGA:Layanan 'Lapor Pak Purbaya' Tembus 15.000 Aduan, Terungkap Paling Banyak Terkait Bea Cukai, Kenapa?
BACA JUGA:Kejagung Sita Rumah Mewah Terkait TPPU Riza Chalid di Jakarta Selatan
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Kedutaan Besar Palestina di Mesir mengumumkan bahwa perlintasan Rafah akan dibuka kembali pada hari Senin mendatang.
Namun, harapan itu terguncang ketika Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan menerima laporan kredibel mengenai rencana pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa akan ada serangan terhadap warga sipil Palestina, yang jika benar terjadi, akan menjadi pelanggaran berat terhadap perjanjian gencatan senjata.
"Jika Hamas melanjutkan serangan ini, langkah-langkah akan diambil untuk melindungi rakyat Gaza dan menjaga integritas gencatan senjata," ujar perwakilan AS.
BACA JUGA:Geger Penemuan Mayat Membusuk di Kelapa Dua Depok, Diduga Sudah Meninggal 6 Hari
Menanggapi tuduhan tersebut, Hamas membantah keras dan menyatakan tidak merencanakan serangan apapun.
Sebaliknya, mereka menuduh Israel membentuk dan mendanai geng kriminal yang bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan penjarahan di Gaza.
Hamas menyebut bahwa pasukan polisi mereka sedang menindak kelompok-kelompok tersebut dan menyerukan kepada pemerintah Amerika untuk berhenti menyebarkan narasi menyesatkan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut berkomentar bahwa jika Hamas gagal memenuhi kesepakatan gencatan senjata, ia akan mempertimbangkan untuk mengizinkan Israel melanjutkan operasi militernya di Gaza.
BACA JUGA:Detik-Detik Wahana Pasar Malam Air Upas Ketapang Ambruk, 15 Korban Luka-Luka