bacakoran.co - bekasi, jawa barat hujan deras yang mengguyur sejak kamis pagi (22 januari 2026) memicu luas di sejumlah titik di kota bekasi, terutama di kawasan niaga pasar family, harapan indah, kecamatan medan satria.
akibatnya, jalanan hingga setinggi lebih dari 50 cm, mengganggu aktivitas perdagangan hingga kehidupan sehari-hari warga.
curah hujan ekstrem picu banjir di bekasi
melansir dari video youtube @tvonenewscom, intensitas yang tinggi sejak dini hari membuat sistem drainase kota kewalahan menyalurkan limpasan air.
di kawasan pasar family harapan indah, banjir sudah terlihat sejak pagi hari.
banyak pedagang dan pengunjung kaget karena air naik cukup cepat, bahkan mencapai ±50 cm, cukup untuk menghambat akses kendaraan dan pejalan kaki.
seorang pedagang warung nasi, rian, mengatakan bahwa banjir membuat dagangannya lumpuh dan pembeli semakin sepi karena akses jalan yang tergenang.
banyak pedagang terpaksa menutup usahanya hingga kondisi membaik.
dampak banjir terhadap aktivitas warga
banjir tidak hanya menganggu kawasan niaga, tetapi juga merendam perumahan hingga memutus sementara akses jalan.
banyak warga yang harus menerjang genangan air untuk keluar rumah atau bekerja.
beberapa kendaraan roda dua bahkan mogok saat mencoba melewati jalan yang terendam.
selain itu, banjir juga memaksa aktivitas usaha di sepanjang harapan indah dan medan satria terhambat karena minimnya pembeli.
fenomena ini bukan kali pertama.
selama musim penghujan, sejumlah titik di bekasi sering mengalami genangan air akibat drainase yang belum mampu mengakomodasi limpasan hujan besar, terutama di kawasan pemukiman padat dan niaga.
faktor penyebab banjir: drainase dan cuaca ekstrem
menurut pengamatan warga dan pihak terkait, ada beberapa faktor utama terjadinya banjir, antara lain:
- intensitas hujan yang sangat tinggi, turun terus sejak dini hari hingga pagi.
- sistem drainase yang kurang optimal dan kapasitas saluran air yang terbatas.
- debit sungai yang tetap tinggi, membuat aliran air terhambat masuk ke sungai utama.
pemkab bekasi bahkan telah meminta perpanjangan penerapan modifikasi cuaca untuk meredam hujan ekstrem, sebagai salah satu upaya mengurangi potensi banjir yang semakin meningkat belakangan ini.
pemerintah berharap dengan teknologi ini, hujan dapat ditekan volume airnya sehingga tidak terlalu besar memenuhi permukaan tanah.
respons pemerintah dan warga
pemerintah kota bekasi melalui bpbd dan instansi terkait harus terus bekerja siang malam untuk menanggulangi banjir dan membantu warga terdampak.
selain itu, antisipasi terhadap titik-titik rawan banjir dilakukan secara berkala untuk meminimalisir kerugian materi dan sosial.
warga diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta menghindari berada di tempat yang terendam air tinggi.
bagi pemilik usaha di kawasan niaga seperti di pasar family harapan indah, disarankan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seperti menyediakan sandbags (karung pasir) di depan toko dan menjaga komunikasi dengan tetangga agar saling membantu jika banjir semakin tinggi.
permasalahan banjir di bekasi turut menunjukkan pentingnya perbaikan infrastruktur lingkungan, pengelolaan drainase yang lebih baik, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
warga berharap setelah peristiwa banjir ini, ada solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir setiap musim hujan, termasuk peningkatan kapasitas saluran air, normalisasi sungai, serta edukasi mitigasi bencana secara berkelanjutan untuk semua warga bekasi.