bacakoran.co

Hari Kelima Banjir Belum Surut, Pagi Ini Permukiman Warga Periuk Tangerang Masih Terendam hingga 2 Meter

Banjir di Periuk, Kota Tangerang, Banten, masih belum surut hingga pagi ini.--Youtube-@Liputan6

BACAKORAN.CO - Pagi ini, Banjir masih terus merendam pemukiman warga di wilayah Periuk, Kota Tangerang, Banten.

Meski sudah memasuki hari kelima, sejumlah area permukiman masih terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga lebih dari 2 meter, menyebabkan kehidupan warga terganggu dan sebagian masih harus mengungsi. 

Fenomena banjir yang terjadi di Periuk ini bukan peristiwa musiman biasa.

Akibat curah hujan tinggi tanpa henti, sungai dan danau kecil di kawasan tersebut meluap, sebagian tanggul pun jebol sehingga air masuk ke permukiman padat penduduk.

BACA JUGA:Penampakan Hunian Sementara Penyintas Banjir di Aceh Tamiang, Warga: Alhamdulillah Sangat Terbantu

BACA JUGA:Banjir Tak Kunjung Surut! Warga Periuk Damai Tangerang Terpaksa Bertahan di Pengungsian

Luapan dari Kali Ledug dan situasi drainase yang kurang optimal turut memperparah kondisi genangan.

Kondisi Terkini: Air Masih Menggenangi Rumah Warga

Melansir dari video youtube @Liputan6, Menurut keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, hingga Senin siang banjir masih menggenangi sejumlah titik di Periuk.

Dari total 18 titik banjir, beberapa titik masih belum sepenuhnya surut meskipun ketinggian air mulai menunjukkan tanda penurunan sejak pagi hari. 

BACA JUGA:Banjir Bandang Pemalang Telan 1 Korban Jiwa Terseres Arus, BPBD Evakuasi Warga

BACA JUGA:Viral! Oknum Dokter Gigi di Aceh Tamiang Digerebek Warga Saat Berduaan dengan Relawan Banjir di Rumah Dinas

Beberapa lokasi terdampak yang masih tergenang termasuk Villa Mutiara Pluit, Perumahan Periuk Damai, serta kawasan Garden City dan Garden City Residence.

Di beberapa titik terparah, air bahkan mencapai lebih dari 2 meter, lebih tinggi daripada ambang bahaya untuk rumah tinggal biasa. 

Tidak hanya rumah yang terendam, akses jalan lingkungan dan fasilitas umum turut terkena dampak.

Hari Kelima Banjir Belum Surut, Pagi Ini Permukiman Warga Periuk Tangerang Masih Terendam hingga 2 Meter

Puput

Puput


bacakoran.co - pagi ini,  masih terus merendam pemukiman warga di wilayah periuk, kota tangerang, banten.

meski sudah memasuki hari kelima, sejumlah area  masih terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga lebih dari 2 meter, menyebabkan kehidupan warga terganggu dan sebagian masih harus mengungsi. 

fenomena banjir yang terjadi di periuk ini bukan peristiwa musiman biasa.

akibat curah  tinggi tanpa henti, sungai dan danau kecil di kawasan tersebut meluap, sebagian tanggul pun jebol sehingga air masuk ke permukiman padat penduduk.

luapan dari kali ledug dan situasi drainase yang kurang optimal turut memperparah kondisi genangan.

kondisi terkini: air masih menggenangi rumah warga

melansir dari video youtube @liputan6, menurut keterangan badan penanggulangan bencana daerah (bpbd) kota tangerang, hingga senin siang banjir masih menggenangi sejumlah titik di periuk.

dari total 18 titik banjir, beberapa titik masih belum sepenuhnya surut meskipun ketinggian air mulai menunjukkan tanda penurunan sejak pagi hari. 

beberapa lokasi terdampak yang masih tergenang termasuk villa mutiara pluit, perumahan periuk damai, serta kawasan garden city dan garden city residence.

di beberapa titik terparah, air bahkan mencapai lebih dari 2 meter, lebih tinggi daripada ambang bahaya untuk rumah tinggal biasa. 

tidak hanya rumah yang terendam, akses jalan lingkungan dan fasilitas umum turut terkena dampak.

jalan perkampungan berubah menjadi lautan sempit yang hanya bisa dilintasi perahu karet atau berjalan melalui papan darurat.

kondisi ini membuat akses untuk keluar rumah sangat terbatas bagi warga yang memilih tetap bertahan di tempat tinggalnya.

evakuasi dan pengungsian warga

dampak paling nyata dari banjir ini adalah jumlah warga yang terpaksa mengungsi.

hingga laporan terbaru, tercatat sekitar 1.800 lebih warga masih berada di posko-posko pengungsian yang tersebar di musholla, kantor kecamatan, posyandu, masjid, hingga gedung olahraga setempat. 

posko pengungsian ini menjadi tempat aman sekaligus pusat bantuan logistik, khususnya bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.

relawan bersama petugas bpbd dan dinas terkait terus bekerja siang-malam memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan selimut tersedia. 

upaya penanganan dan koordinasi pemerintah

pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat telah melakukan berbagai upaya penanganan banjir.

salah satunya adalah pemindahan pompa air ke titik-titik genangan tertinggi agar proses pengurasan air berjalan lebih cepat.

koordinasi antara bpbd, dinas pupr dan balai besar wilayah sungai (bbws) terus dilakukan untuk mempercepat mitigasi. 

gubernur banten andra soni juga turun langsung meninjau lokasi banjir dan posko pengungsian.

ia memastikan layanan bagi warga terdampak, termasuk dapur umum berjalan baik dan relawan bekerja optimal di lapangan. 

selain itu, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena prediksi cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih tinggi di wilayah tangerang dalam beberapa hari ke depan.

warga diimbau menyiapkan kebutuhan penting dan mengikuti arahan evakuasi bila situasi semakin memburuk. 

banjir lima hari di periuk ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga aktivitas ekonomi lokal.

usaha kecil, sekolah, dan pasar lokal terpaksa tutup sementara akibat genangan.

kerugian material mulai dari kerusakan rumah hingga kendaraan menjadi beban baru yang harus dihadapi keluarga terdampak.

Tag
Share