Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Izin Impor BBM Shell Masih dalam Evaluasi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan kepada awak media.--Disway.ID
“Nanti coba saya cek ya,” kata Bahlil singkat.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga membenarkan bahwa izin impor BBM untuk memenuhi kebutuhan SPBU Shell memang belum diterbitkan.
Ia menegaskan proses evaluasi masih berjalan hingga awal 2026.
“Ya, kami evaluasi. Sedang dievaluasi (izin impor BBM-nya),” ujar Laode saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Laode menjelaskan, evaluasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak pemenuhan pasokan oleh Shell pada periode sebelumnya.
BACA JUGA:Kasus Ijazah Palsu Terus Bergulir, Jokowi Kembali Diperiksa Oleh Kepolisian di Polresta Surakarta!
Salah satu catatan pemerintah adalah keterlambatan persetujuan pembelian BBM melalui PT Pertamina saat terjadi kelangkaan BBM di SPBU swasta pada kuartal akhir 2025.
“Kan Shell itu terakhir kan menyetujui proses pembelian (BBM). Jadi, ya, kami evaluasi,” kata Laode.
Belum terbitnya izin impor tersebut membuat Shell belum dapat mendatangkan BBM dari luar negeri secara mandiri.
Dampaknya, distribusi ke jaringan SPBU Shell belum dapat berjalan optimal sehingga memicu kekosongan di sejumlah titik.
Laode juga menyebut, skema kuota impor BBM swasta pada 2026 kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, meskipun pada 2025 lalu pemerintah sempat menaikkan kuota impor BBM swasta sekitar 10 persen dibanding 2024.
BACA JUGA:Detik-Detik Pesawat Smart Air Ditembak KKB di Papua Selatan, Pilot dan Kopilot Meninggal Dunia
BACA JUGA:Memprihatinkan, Sidak Kantor Camat Prabumulih Utara, 85 Persen Pegawai Terlambat
“Kuotanya? Satu kata, mirip tahun 2025,” ujarnya.