Reporter: Rida Satriani
|
Editor: Rida Satriani
|
Senin , 30 Mar 2026 - 08:00
OKU SELATAN, BACAKORAN.CO – Sebuah bus yang membawa rombongan pengantin mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Danau Ranau, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.
Peristiwa terjadi di Jalan Raya Pusri, Desa Pusri, Kecamatan BPR Ranau Tengah, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Bus berwarna putih dengan nomor polisi BE-7403-BU yang dikemudikan Karnadi alias Mangju (38) melaju dari arah Banding Agung menuju Simpang Pusri.
Saat melintasi jalan menanjak dan menikung, kendaraan diduga tidak kuat menanjak hingga akhirnya hilang kendali, mundur, dan terguling di badan jalan.
28 Penumpang Luka-Luka, 3 Luka Berat
BACA JUGA:Viral Odong-odong Terguling di Mojokerto, Seorang Ibu Jadi Korban Tewas: Polisi Imbau Larangan Ini!
Kasatlantas Polres OKU Selatan, AKP Rendi Rozin, menjelaskan bahwa bus tersebut membawa sekitar 28 penumpang.
Dari jumlah itu, 25 orang mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang.
Sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di Puskesmas BPR Ranau Tengah.
Korban luka berat masing-masing bernama Nurhayati (33), Ernita (40), dan Nurjanah (25), seluruhnya warga Kabupaten Lampung Utara.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini meninggalkan luka mendalam bagi para penumpang yang seharusnya tengah berbahagia menghadiri pesta pernikahan.
Kronologi Kecelakaan
BACA JUGA:Kecelakaan Beruntun 6 Mobil di Jalan Raya Darmo Surabaya, Toyota Vellfire Terguling dan Picu Kemacetan Parah
Menurut keterangan polisi, kernet bersama beberapa penumpang sempat berusaha mengganjal roda bus dengan batu agar kendaraan tidak mundur.
Namun, setelah kembali melaju, bus tetap tidak kuat menanjak. Akibatnya, kendaraan mundur dengan cepat dan terguling.
Petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP, mendata korban, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit micro bus.
Tak Kuat Menanjak, Bus Pengantin Terguling di Kawasan Danau Ranau OKU Selatan, Puluhan Penumpang Terluka
Rida Satriani
Rida Satriani
oku selatan, bacakoran.co – sebuah bus yang membawa rombongan pengantin mengalami di tanjakan danau ranau, kabupaten , sumatera selatan.
peristiwa terjadi di jalan raya pusri, desa pusri, kecamatan bpr ranau tengah, pada sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 17.00 wib.
bus berwarna putih dengan nomor polisi be-7403-bu yang dikemudikan karnadi alias mangju (38) melaju dari arah banding agung menuju simpang pusri.
saat melintasi jalan menanjak dan menikung, kendaraan diduga tidak kuat menanjak hingga akhirnya hilang kendali, mundur, dan terguling di badan jalan.
28 penumpang luka-luka, 3 luka berat
kasatlantas polres oku selatan, akp rendi rozin, menjelaskan bahwa bus tersebut membawa sekitar 28 penumpang.
dari jumlah itu, 25 orang mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang.
sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di puskesmas bpr ranau tengah.
korban luka berat masing-masing bernama nurhayati (33), ernita (40), dan nurjanah (25), seluruhnya warga kabupaten lampung utara.
meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini meninggalkan luka mendalam bagi para penumpang yang seharusnya tengah berbahagia menghadiri pesta pernikahan.
kronologi kecelakaan
menurut keterangan polisi, kernet bersama beberapa penumpang sempat berusaha mengganjal roda bus dengan batu agar kendaraan tidak mundur.
namun, setelah kembali melaju, bus tetap tidak kuat menanjak. akibatnya, kendaraan mundur dengan cepat dan terguling.
petugas kepolisian langsung melakukan olah tkp, mendata korban, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit micro bus.
kendaraan yang terlibat juga sudah dievakuasi ke polres oku selatan.
pengemudi terancam pasal 310 uu lalu lintas
atas kejadian ini, pengemudi bus disangkakan melanggar pasal 310 ayat (1) dan (3) undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
polisi menegaskan akan terus mengusut kasus ini untuk memastikan tanggung jawab pengemudi sekaligus mencegah insiden serupa terulang.
kecelakaan rombongan pengantin ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam perjalanan, terutama di jalur menanjak dan rawan kecelakaan seperti kawasan danau ranau.
publik berharap aparat dan pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan serta memastikan kendaraan yang digunakan dalam perjalanan membawa penumpang dalam kondisi prima.