Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Iran Tutup Selat Hormuz, Pasar Ketar-Ketir!
Harga minyak dunia naik turun dipicu konflik Iran, Israel, dan AS. Pasar global waspada fluktuasi energi. --Infobanknews
BACAKORAN.CO - Harga minyak dunia kembali menjadi isu utama setelah pergerakan harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan Brent menunjukkan fluktuasi tajam pada Kamis (Jumat waktu Jakarta).
Harga minyak AS sempat naik lebih dari 3% dan ditutup di level USD 97,87 per barel untuk kontrak pengiriman Mei.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan global naik lebih dari 1% dan berakhir di USD 95,92 per barel untuk pengiriman Juni.
Lonjakan harga minyak dunia bahkan sempat menembus di atas USD 100 per barel pada awal sesi perdagangan, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap langkah Iran yang membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz meskipun telah ada perjanjian gencatan senjata dengan AS.
BACA JUGA:Jasad Findo Balita Hanyut di Sungai Komering Ditemukan Penyelam, Perahu Karet Tabrak Batu
CEO Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), Sultan Ahmed Al Jaber, menegaskan bahwa Iran hanya mengizinkan kapal yang mendapatkan persetujuan resmi untuk melewati jalur tersebut.
“Itu bukan kebebasan navigasi. Itu adalah pemaksaan,” ujarnya di media sosial.
Kondisi ini memperkuat ketidakpastian pasar, karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global.
Situasi ini membuat harga minyak dunia semakin sensitif terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah.
BACA JUGA:Bobi Candra Bos Tambang Batubara Beserta Aset Miliyaran Diserahkan Ke Jaksa Penuntut Umum
BACA JUGA:Aftersales BYD Buruk, Mobil Mantan Anggota DPR Ini Jadi Korban, Tak Sesuai Brandingnya
Namun, kenaikan harga minyak mereda setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi dengan Lebanon.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal positif yang dapat meredakan ketegangan militer Israel terhadap Hizbullah, sekutu Iran di Lebanon.