BACAKORAN.CO -- Seorang pasien Rumah sakit (RS) AR Bunda Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang diketahui bernama Marsidi (62), Selasa pagi 28 April 2026 ditemukan tewas tak wajar.
Korban ditemukan tewas tergantung di dalam kamar mandi ruang perawatan ruang Ibnu Sina, kelas III, kamar 1, lantai 2 rumah sakit tersebut tanpa mengenakan pakaian.
Saat ditemukan, warga Jalan Gurati No 1 RT/RW 003/003, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih itu dalam posisi berdiri dengan leher terjerat kain, yang bagian ujung nya diikatkan di saluran air di kamar mandi tersebut.
Marsidi yang informasinya berprofesi sebagai petani itu adalah pasien rawat inap setelah menjalani operasi lambung.
BACA JUGA:Viral! Petugas Klinik Asyik Main Game Saat Pasien Seorang Nenek Hendak Berobat, Cucu: Nenek Aku Sesak Napas!
BACA JUGA:4 Pasien Rehabilitasi Narkoba Sekap Serta Aniaya Pegawai dan Satpam Yayasan
Informasi yang dihimpun, jasad korban pertamakali ditemukan putranya Yadi Hartono (44), warga Desa Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim, yang pagi itu membesuk orang tuanya.
Ketika masuk ke dalam kamar, Yadi Hartono tak melihat orang tuanya di tempat tidur. Dia kemudian mendapati orang tuanya sudah tak bernyawa di kamar mandi.
Panik melihat hal itu, Yadi Hartono langsung berteriak memanggil tim medis dan mengundang pasien serta pengunjung rumah sakit lainnya.
Kejadian ini langsung dilaporkan pihak rumahsakit ke aparat kepolisian. Tak lama kemudian petugas datang dan mengevakuasi jenazah.
BACA JUGA:Tragedi Stasiun Bekasi Timur, 7 Orang Tewas dan 74 Terluka Akibat KA Argo Bromo Seruduk KRL Tujuan Cikarang
BACA JUGA:Begal di OKI yang Tikam Siswa SD Hingga Tewas Tertangkap Saat Hendak Kabur ke Jambi
Keterangan tim medis, korban menjalani perawatan di RS AR Bunda sejak Kamis pagi, (23/4). Saat tiba di rumah sakit, korban didiagnosis mengalami kebocoran lambung.
Hari itu juga korban langsung menjalani tindakan operasi dan kemudian dirawat inap untuk pemulihan di ruang rawat inap.
Pasien Rawat Inap di RS AR Bunda Prabumulih Tewas Tergantung di Kamar Mandi
Doni Bae
Doni Bae
bacakoran.co -- seorang rumah sakit (rs) , sumatera selatan, yang diketahui bernama marsidi (62), selasa pagi 28 april 2026 ditemukan tewas tak wajar.
korban ditemukan di dalam kamar mandi ruang perawatan ruang ibnu sina, kelas iii, kamar 1, lantai 2 rumah sakit tersebut tanpa mengenakan pakaian.
saat ditemukan, warga jalan gurati no 1 rt/rw 003/003, kelurahan prabujaya, kecamatan prabumulih timur, kota prabumulih itu dalam posisi berdiri dengan leher terjerat kain, yang bagian ujung nya diikatkan di saluran air di kamar mandi tersebut.
marsidi yang informasinya berprofesi sebagai petani itu adalah pasien rawat inap setelah menjalani operasi lambung.
informasi yang dihimpun, jasad korban pertamakali ditemukan putranya yadi hartono (44), warga desa padang bindu, kecamatan panang enim, yang pagi itu membesuk orang tuanya.
ketika masuk ke dalam kamar, yadi hartono tak melihat orang tuanya di tempat tidur. dia kemudian mendapati orang tuanya sudah tak bernyawa di kamar mandi.
panik melihat hal itu, yadi hartono langsung berteriak memanggil tim medis dan mengundang pasien serta pengunjung rumah sakit lainnya.
kejadian ini langsung dilaporkan pihak rumahsakit ke aparat kepolisian. tak lama kemudian petugas datang dan mengevakuasi jenazah.
keterangan tim medis, korban menjalani perawatan di rs ar bunda sejak kamis pagi, (23/4). saat tiba di rumah sakit, korban didiagnosis mengalami kebocoran lambung.
hari itu juga korban langsung menjalani tindakan operasi dan kemudian dirawat inap untuk pemulihan di ruang rawat inap.
kapolres prabumulih, akbp bobby kusumawardhana sh sik msi melalui kapolsek prabumulih timur, ulta deanto sh membenarkan pihaknya mendapat laporan adanya pasien rs ar bunda yang diduga bunuh diri.
“iya, korban ditemukan telah tewas di kamar mandi dengan posisi leher terjerat kain diduga akibat gantung dirti,"katanya.
polisi masih mendalami pemeriksaan di tkp apakah korban benar-benar tewas akibat gantung diri seperti ciri-ciri layaknya orang tewas gantung diri.
dari keterangan sementara, korban diduga mengalami tekanan psikologis atau depresi akibat penyakit yang dideritanya. “namun itu baru dugaan,"katanya.
sementara itu, pihak keluarga korban menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban, sehingga proses pemeriksaan medis lanjutan tidak dilakukan.