bacakoran.co

Dua 'Duta' OKI Bikin Geger, Rampok Nasabah Bank Lintas Pulau, Berkasi 6 TKP di Malaysia

Tersangka AS saat yang berhasil disergap Satreskrim Polres Bukit Tinggi, Sumbar. (foto : ist)--

BACAKORAN.CODua pria yang disebut berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, ditangkap polisi setelah diduga terlibat jaringan pencurian dengan modus pecah kaca mobil dan menyasar nasabah bank.

Keduanya, Ari Said alias Ari Sanjaya (37) dan Alex Candra (33), dibekuk di dua lokasi berbeda pada Senin (24/8/2026), setelah diduga beraksi lintas pulau hingga antarnegara.

Di kalangan masyarakat OKI, perantau yang pergi jauh untuk melakukan tindak kejahatan kerap disebut sebagai “duta”. Julukan itulah yang kini ramai dikaitkan dengan dua pria tersebut.

Polisi menduga keduanya tidak hanya beraksi di sejumlah daerah di Indonesia, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan enam tempat kejadian perkara (TKP) perampokan nasabah bank di Malaysia.

BACA JUGA:Setelah Tertangkap, Bandit Pecah Kaca di Palembang Ngaku Butuh Uang Untuk Biaya Sekolah Anak

BACA JUGA:Bandit Pecah Kaca Gentayang di OKU

Ari lebih dulu ditangkap anggota Satreskrim Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat pada 24 Agutus 2026 sekitar pukul 00.16 WIB di Hotel Sitawa Sidingin, Bukittinggi, Sumatera Barat. Penangkapan dilakukan setelah Polresta Bukittinggi menerima permintaan bantuan dari Polresta Banyuwangi, Jawa Timur.

“Sekitar pukul 00.16 WIB, tersangka berhasil ditangkap di dalam hotel tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Wiko Satria Afdal, Selasa (25/8/2026).

Menurut Wiko, Ari diduga datang ke Bukittinggi untuk kembali melakukan aksi pencurian atau perampokan dengan modus memecahkan kaca kendaraan. Sasaran yang dibidik diduga berkaitan dengan nasabah bank.

Dari pengembangan penyidikan, polisi kemudian menangkap Alex Candra pada pukul 16.20 WIB di Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

BACA JUGA:Aksi Damai 27 Agustus di Senayan: Mahasiswa, Buruh dan Ojol Kawal RUU Perampasan Aset

BACA JUGA:Sabu 2,37 Gram Disimpan di Atas Bantal, Pemuda Prabumulih Diciduk



Dalam jaringan ini, Ari diduga bertindak sebagai eksekutor. Sementara Alex disebut berperan sebagai joki sekaligus pemantau situasi sebelum aksi dilakukan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan dalam keterangan pers mengatakan, pengungkapan kasus pecah kaca mobil ini bermula dari kejadian di Banyuwangi pada 18 Mei 2026. Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan menggunakan metode scientific crime investigation.

“Kami mendapat informasi mereka akan ‘bekerja’ di Sumatera Barat. Saat mereka keluar, Satreskrim melakukan koordinasi dengan jajaran Polresta Bukittinggi hingga akhirnya berhasil dilakukan penangkapan,” ujarnya.

Polisi menduga kedua tersangka berkaitan dengan sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan di Jawa Timur. Di antaranya di Banyuwangi dengan kerugian sekitar Rp300 juta, Kalisat, Jember, sekitar Rp319 juta, Pasuruan Kota Rp90 juta, dan Situbondo Rp10 juta.

BACA JUGA:27 Pemain Java United FC Siap Hibur Masyarakat di Super League 2026/27

BACA JUGA:Kalapas Martapura Tegaskan Pria yang Tipu Petani Bukan Anak Buahnya

Penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan keduanya dalam aksi perampokan nasabah bank di enam TKP di Malaysia. Lokasi yang ditelusuri meliputi Johor Bahru, Sarawak, Sarikei, Pintu Ru, Sibu, dan Kuching.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman dari Polisi Diraja Malaysia, dan kami juga sudah berkomunikasi dengan Bareskrim Polri,” tegas Rofiq.

Polisi kini masih melakukan digital forensik terhadap alat komunikasi kedua tersangka. Pengembangan juga dilakukan untuk memburu kemungkinan pelaku lain serta mengungkap seluruh rangkaian kasus pencurian modus pecah kaca mobil lintas pulau dan lintas negara tersebut.

Dua 'Duta' OKI Bikin Geger, Rampok Nasabah Bank Lintas Pulau, Berkasi 6 TKP di Malaysia

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co – yang disebut berasal dari, sumatera selatan, ditangkap polisi setelah diduga terlibat jaringan pencurian dengan modus dan menyasar nasabah bank.

keduanya, dan , dibekuk di dua lokasi berbeda pada senin (24/8/2026), setelah diduga beraksi lintas pulau hingga antarnegara.

di kalangan masyarakat oki, perantau yang pergi jauh untuk melakukan tindak kejahatan kerap disebut sebagai “duta”. julukan itulah yang kini ramai dikaitkan dengan dua pria tersebut.

polisi menduga keduanya tidak hanya beraksi di sejumlah daerah di indonesia, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan enam tempat kejadian perkara (tkp) perampokan nasabah bank di malaysia.



ari lebih dulu ditangkap anggota satreskrim polresta bukittinggi, sumatera barat pada 24 agutus 2026 sekitar pukul 00.16 wib di hotel sitawa sidingin, bukittinggi, sumatera barat. penangkapan dilakukan setelah polresta bukittinggi menerima permintaan bantuan dari polresta banyuwangi, jawa timur.

“sekitar pukul 00.16 wib, tersangka berhasil ditangkap di dalam hotel tersebut,” kata kasat reskrim polresta bukittinggi akp wiko satria afdal, selasa (25/8/2026).

menurut wiko, ari diduga datang ke bukittinggi untuk kembali melakukan aksi pencurian atau perampokan dengan modus memecahkan kaca kendaraan. sasaran yang dibidik diduga berkaitan dengan nasabah bank.

dari pengembangan penyidikan, polisi kemudian menangkap alex candra pada pukul 16.20 wib di kelurahan siswodipuran, kecamatan mojosongo, kabupaten boyolali, jawa tengah.



dalam jaringan ini, ari diduga bertindak sebagai eksekutor. sementara alex disebut berperan sebagai joki sekaligus pemantau situasi sebelum aksi dilakukan.

kapolresta banyuwangi kombes pol dr rofiq ripto himawan dalam keterangan pers mengatakan, pengungkapan kasus pecah kaca mobil ini bermula dari kejadian di banyuwangi pada 18 mei 2026. polisi kemudian mengembangkan penyelidikan menggunakan metode scientific crime investigation.

“kami mendapat informasi mereka akan ‘bekerja’ di sumatera barat. saat mereka keluar, satreskrim melakukan koordinasi dengan jajaran polresta bukittinggi hingga akhirnya berhasil dilakukan penangkapan,” ujarnya.

polisi menduga kedua tersangka berkaitan dengan sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan di jawa timur. di antaranya di banyuwangi dengan kerugian sekitar rp300 juta, kalisat, jember, sekitar rp319 juta, pasuruan kota rp90 juta, dan situbondo rp10 juta.



penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan keduanya dalam aksi perampokan nasabah bank di enam tkp di malaysia. lokasi yang ditelusuri meliputi johor bahru, sarawak, sarikei, pintu ru, sibu, dan kuching.

“kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman dari polisi diraja malaysia, dan kami juga sudah berkomunikasi dengan bareskrim polri,” tegas rofiq.

polisi kini masih melakukan digital forensik terhadap alat komunikasi kedua tersangka. pengembangan juga dilakukan untuk memburu kemungkinan pelaku lain serta mengungkap seluruh rangkaian kasus pencurian modus pecah kaca mobil lintas pulau dan lintas negara tersebut.

Tag
Share