Palak Sopir Truk Pakai Samurai, Pria Viral di Macan Lindungan Ditangkap
Pelaku pemalak sopir truk di Simpang Lampumerah Macan Lindungan Palembang. (foto: tangkapan layar)--
BACAKORAN.CO – Aksi seorang pria memalak sopir truk menggunakan pedang samurai di Simpang Lampu Merah Macan Lindungan, Palembang, akhirnya berakhir. Tim Opsnal Polsek Ilir Barat (IB) I Palembang menangkap pria yang videonya viral di media sosial tersebut, Senin (31/8/2026).
Pelaku mengaku bernama Raihan, warga Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ia diamankan polisi setelah video aksinya membuat resah pengguna jalan dan para sopir angkutan barang di kawasan tersebut.
Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat mendatangi pengemudi truk. Dia diduga meminta sejumlah uang sambil membawa senjata tajam jenis pedang samurai. Aksi itu memicu keresahan karena dilakukan di kawasan persimpangan yang ramai.
Penangkapan dilakukan setelah polisi menindaklanjuti informasi dan rekaman video yang beredar di media sosial. Tim Opsnal Polsek IB I bergerak mencari keberadaan pelaku hingga akhirnya berhasil mengamankannya.
BACA JUGA:Bupati Tulungagung Terjaring OTT, KPK Bongkar Kronologi dan Barang Bukti Dugaan Pemerasan
Di hadapan penyidik, Raihan mengakui perbuatannya. Dia mengaku memang meminta uang kepada sejumlah pengemudi truk dengan menggunakan pedang untuk mengancam korbannya.
“Iya, Pak, benar, minta uang kepada pengemudi truk menggunakan pedang,” kata Raihan kepada polisi.
Saat ditanya mengenai penggunaan uang tersebut, Raihan mengaku uang hasil meminta-minta itu digunakan untuk membeli minuman tuak. “Duitnya untuk beli minuman tuak,” ujarnya.
Aksi pemalakan sopir truk menggunakan samurai di Palembang tersebut menjadi perhatian setelah videonya tersebar luas. Rekaman itu memicu reaksi pengguna media sosial karena memperlihatkan aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi.
BACA JUGA:Bansos Agustus 2026: PKH Tahap 3, BPNT dan Beras 10 Kg Cair, Cek Status Penerima Lewat HP
BACA JUGA:Dari Tebuireng ke PBNU, Jejak Gus Kikin Sang Kiai Entrepreneur
Polisi bergerak cepat untuk meredam keresahan. Penangkapan Raihan sekaligus menjadi respons terhadap keluhan masyarakat terkait aksi premanisme jalanan di kawasan Macan Lindungan.
Keberadaan pelaku yang membawa senjata tajam saat meminta uang dinilai meningkatkan risiko terjadinya kekerasan. Sopir truk yang melintas di lokasi juga berada dalam posisi rentan karena menjadi sasaran pemalakan di tengah perjalanan.
Kini Raihan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum. Polisi masih menangani perkara tersebut untuk mendalami aksi pemalakan yang diduga dilakukan terhadap sejumlah pengemudi truk.
Penangkapan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para sopir angkutan barang. Mereka berharap kepolisian tidak berhenti pada penindakan, tetapi memperkuat patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan.
BACA JUGA:Gus Kikin Ikat Diri dengan Kontrak Jamiyyah PBNU
BACA JUGA:Jembatan Pongpet Ambruk Saat Diresmikan, Warganet Heboh!
Patroli rutin dinilai penting untuk mencegah aksi premanisme jalanan kembali terjadi. Terlebih, kawasan simpang lampu merah merupakan jalur yang ramai dilalui kendaraan, termasuk truk pengangkut barang.
Kasus pria palak sopir truk di Macan Lindungan ini menjadi pengingat bahwa aksi meminta uang secara paksa dengan ancaman senjata tajam tidak bisa dianggap sepele. Polisi diharapkan terus menjaga keamanan jalur lalu lintas agar pengemudi dapat melintas tanpa rasa takut.
Dengan tertangkapnya Raihan, keresahan akibat aksi pemalakan bersenjata di kawasan tersebut diharapkan mereda. Masyarakat kini menunggu proses hukum terhadap pelaku sekaligus peningkatan pengawasan di titik-titik rawan di Kota Palembang.