Heboh! Berkas Pasien Puskesmas Semanding Jadi Pembungkus Jualan, Kok Bisa Sih?

Sabtu 21 Jun 2025 - 13:32 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Sebuah video yang baru-baru ini viral di media sosial memicu kekhawatiran publik terkait kelalaian dalam pengelolaan dokumen rahasia milik instansi kesehatan. 

Dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah berkas yang memuat informasi pribadi pasien, diduga berasal dari Puskesmas Semanding, digunakan sebagai pembungkus barang dagangan di pasar tradisional. 

Kejadian ini sontak menuai respons luas dari warganet dan masyarakat, yang mempertanyakan standar keamanan dan perlindungan data di fasilitas kesehatan publik.

Video tersebut diunggah oleh seorang pedagang yang tanpa sengaja menemukan data sensitif saat membongkar tumpukan kertas bekas yang ia beli untuk digunakan sebagai pembungkus jualannya. 

BACA JUGA:Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah: Ini Alasan dan Respons Pemerintah

BACA JUGA:Viral Video Warga Israel Tolak Sesama Masuk Bunker saat Serangan Rudal Iran, Netizen: Bukan Manusia!

Dalam keterangannya, ia mengaku tak mengetahui asal muasal kertas tersebut hingga kemudian menyadari adanya informasi pribadi pasien yang seharusnya tidak berada di tangan publik. 

Temuannya ini ia dokumentasikan dan unggah ke media sosial sebagai bentuk keprihatinan.

Menanggapi kontroversi ini, Kepala Dinas Kesehatan P2KB, Esti Surahmi, memberikan klarifikasi dan mengakui adanya kelalaian di pihak Puskesmas Semanding. 

Ia menyatakan bahwa prosedur pemusnahan berkas tidak terpakai seharusnya dilakukan secara ketat dan sesuai protokol. 

BACA JUGA:Danantara Indonesia Gandeng Rusia Luncurkan RIDNIP, Platform Investasi Rp34 Triliun Untuk Sektor Strategis

BACA JUGA:Fakta Baru! Josh Akherman ASN OKUS Ngadem di Kamar Hotel Bareng Selingkuhannya Mariza Zulviani Selama 3 Hari

Berkas yang sudah tidak digunakan, terutama yang mengandung data rahasia, seharusnya dimusnahkan secara menyeluruh hingga tidak dapat dikenali atau digunakan kembali. 

Dalam kasus ini, Esti mengungkapkan bahwa terjadi kekeliruan dalam proses sortir dan pemusnahan, yang mengakibatkan beberapa dokumen terselip di antara tumpukan kardus dan kertas bekas yang seharusnya dihancurkan total.

"Kesalahan terjadi karena berkas rahasia itu tercampur dengan limbah kertas lainnya yang seharusnya langsung dimusnahkan. Ini jelas kekeliruan dalam prosedur internal kami," ujar Esti. 

Kategori :