Para penjual makanan seperti warung nasi, pedagang kaki lima, hingga rumah tangga dengan penghasilan rendah merasakan beban berat.
Banyak yang terpaksa mengurangi porsi konsumsi atau mencari alternatif pangan lain yang lebih murah.
Di sisi lain, kondisi ini juga memicu kekhawatiran akan inflasi bahan pokok yang bisa merembet ke komoditas lain seperti minyak goreng, telur, dan gula.
Jika tidak segera ditangani, krisis harga beras ini bisa memperburuk ketimpangan ekonomi di masyarakat.
Harapan
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan operasi pasar, mempercepat distribusi beras dari Bulog, serta memberikan subsidi harga bagi kelompok rentan.
Selain itu, transparansi harga dan pengawasan terhadap spekulan juga perlu diperketat agar tidak terjadi penimbunan yang memperparah situasi.
Kenaikan harga beras hingga menembus Rp17 ribu per kilogram di Surabaya dan Semarang bukan sekadar angka ini adalah jeritan nyata dari para pedagang dan masyarakat yang terdampak langsung.
Ketika kebutuhan pokok menjadi semakin mahal, daya beli menurun, dan roda ekonomi kecil pun ikut tersendat.
Pemerintah diharapkan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan.