Sasaran kelima meliputi peningkatan kesehatan dan kualitas lingkungan hidup. IPM yang juga mencerminkan dimensi kesehatan digunakan sebagai indikator, dengan target akhir yang sama yaitu 76,32.
Sementara penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) kumulatif ditargetkan dari 273.154,56 ton CO₂ ekuivalen pada 2025 menjadi 388.895,13 ton CO₂ ekuivalen pada 2029.
Selain itu, indeks kualitas lingkungan hidup juga ditingkatkan dari 66,29 menjadi 67,30.
Seluruh target tersebut menjadi acuan utama pembangunan di OKU Timur selama lima tahun mendatang, dan mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berwawasan lingkungan.
BACA JUGA:Kualifikasi Piala Asia Wanita: Ini Klasemen Grup D Usai Indonesia Kalah 0-2 dari Pakistan
BACA JUGA:Angin Kencang dari Mesin Pesawat Hancurkan Atap Rumah Warga, Ini Kronologinya
Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM mengatakan Musrembang RJPMD ini untuk memikirkan dan merencanakan apa yang kita lakukan dalam 5 tahun kedepan, 2025 hingga 2029 akhir.
"Ada beberapa hal yang harus kita pahami, bahwa setiap 5 tahun pergantian kepala daerah, visi-misi 5 tahunan harus segera dipahami oleh semua organisasi perangkat daerah,"katanya.
Dalam melaksanakan RJPMD ini kata Lanosin, tidak bisa dilakukan sendiri, harus dilakukan secara bersama-sama.
Diakuinya, pada periode pertama, RPJMD belum berjalan maksimal. Ada beberapa hambatan, pertama ada bencana wabah covid-19, kemudian belum lama menjabat sudah lansung ada Pilkada serentak 2024.
BACA JUGA:Review Game Good Cut Viral 2025! Cuma Main Game Potong Kertas Bisa Cairkan Saldo DANA Rp400 Ribu 3x Bestie
"Awal menjabat di periode 2 ini, di tahun 2025 ada ada efisiensi, harus ada pergeseran anggaran. Kita berharap kedepan tidak ada lagi efisiensi,"katanya.
"Kalau sebelumnya anggaran mengikuti program, nah sekarang program yang sudah dirancang harus disesuaikan dengan anggaran," katanya.
Lanosin mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, dengan mengesampingkan ego sektoral.
Harapannya, setiap program dan kegiatan pembangunan dapat berjalan secara selaras, terarah, dan tepat sasaran, demi terwujudnya OKU Timur yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
BACA JUGA:Wajib Nonton! Drama China Coroner's Diary Akan Segera Tayang, Ini Sinopsisnya...
BACA JUGA:Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Kurir Paket JNT di Pamekasan, Ternyata Seorang ASN?
Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Maryus Markus Firdaus, S.STP. dalam laporannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terjadap tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan dan program pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal RPJMD.
"RPJMD ini diantaranya menargetkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, penurunan angka kemiskinan, peningkatan lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan masyarakat dan terwujudnya SDM dan keluarga yang unggul, berkualitas, berdaya saing dan kesetaraan gender," jelasnya.
RPJMD ini mengacu pada periodesasi nasional hingga 2029, dirinya menyampaikan bahwa hasil evaluasi RPJMD periode sebelumnya mencatatkan capaian baik dengan skor di atas 80 menurut Permendagri.
"Capaian ini diperoleh di tengah situasi sulit, pandemi Covid -19, recofusing anggaran dan dinamika politik, oleh karena itu untuk lima tahun kedepan, perlu diperkuat kolaborasi semua pihak,"katanya.