Lawan Banjir! BMKG dan BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca 24 Jam Nonstop di Jabodetabek untuk Tekan Risiko Bencana

Jumat 11 Jul 2025 - 09:16 WIB
Reporter : Yudha IP
Editor : Yudha IP

Sejak 8 Juli, operasi berlangsung lebih optimal, ditandai dengan mulai turunnya intensitas hujan di wilayah target utama Jabodetabek.

“Modifikasi cuaca adalah upaya ilmiah berbasis data untuk meredam dampak cuaca ekstrem. Ini bukan lagi kegiatan eksperimental, tetapi bagian dari strategi nasional mitigasi bencana,” tegas Seto, dikutip dari CNN Indonesia.

BMKG melakukan evaluasi harian terhadap efektivitas penyemaian serta memberikan masukan teknis kepada BNPB guna merumuskan langkah lanjutan.

Evaluasi ini penting dalam menjaga akurasi serta memastikan dampak langsung dari operasi di lapangan dapat dirasakan masyarakat.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengungkapkan bahwa tim pemantau terus mengawasi pertumbuhan awan konvektif, terutama pada sore hari.

Hal ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang lembap dan penguapan yang tinggi, yang memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.

BACA JUGA:Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Longsor di Puncak, Ini Temuannya!

BACA JUGA:Musim Kemarau Kok Masih Hujan Deras dan Banjir? BMKG Bongkar Fakta Mengejutkan!

“Jika awan-awan berpotensi hujan terbentuk di atas laut dan terdeteksi bergerak ke daratan, penyemaian akan dilakukan di laut terlebih dahulu agar hujan turun sebelum mencapai wilayah padat penduduk,” jelas Budi dalam keterangan resmi, dikutip dari Disway.id.

BMKG juga menekankan bahwa mulai 12 Juli 2025, potensi hujan di Jabodetabek diprediksi akan kembali meningkat setelah sebelumnya sempat menurun dalam beberapa hari terakhir.

Peran dan Tanggung Jawab BMKG dan BNPB

Seluruh pendanaan dalam pelaksanaan OMC ini ditanggung oleh BNPB, sedangkan BMKG bertanggung jawab dalam rekomendasi teknis, pendampingan ilmiah, serta pengawasan operasional di lapangan.

Dukungan BNPB mencakup penyediaan dua unit pesawat yang digunakan oleh kru untuk penyemaian awan.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, menyatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan sinergi lintas institusi dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana.

BACA JUGA:Pondok Gede Dikepung Banjir! Ratusan Rumah Tersapu Air, Apa Penyebabnya?

BACA JUGA:Musim Kemarau Kok Masih Hujan Deras dan Banjir? BMKG Bongkar Fakta Mengejutkan!

Sementara itu, Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, menegaskan, “Kegiatan ini adalah operasi kolaboratif. Pendanaan melalui BNPB, dan BMKG berperan dalam memberikan masukan dan rekomendasi teknis selama operasi.”

Kategori :