BACA JUGA:Terungkap, Hasil Autopsi Jenazah Julia Marins Pendaki Asal Brazil yang Tewas Jatuh di Gunung Rinjani
Untungnya, Polisi, BPBD, dan Perhutani sigap memberikan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman lebih jauh.
Aktivitas rombongan berjubah putih di puncak Lawu ternyata bukan hal baru, melainkan tradisi ziarah tahunan oleh kelompok Nahdliyin, dan sudah berjalan lebih dari satu dekade.
“Kegiatan ini rutin dilakukan setelah tanggal 11 Suro, dan tujuannya adalah untuk menghormati leluhur, bukan praktik menyimpang,” tegas Mulyadi, dikutip dari JPNN.com.
Kini publik pun diharapkan lebih bijak dalam menyerap informasi, apalagi yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan yang memang beragam di Indonesia. Jangan buru-buru ngecap “sesat”, kalau belum paham betul konteksnya.
Pendaki heran bertemu rombongan berbaju putih di gunung lawu, aliran apa lagi ini????? pic.twitter.com/aV3tY9I2Cl
— 5t3PeN (@V3g3L) July 14, 2025