Pantauan awak media menunjukkan Nadiem tiba sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung Bundar Kejagung. Mengenakan kemeja putih gading berlengan panjang, mantan bos Gojek itu hadir dengan pengawalan ketat.
Yang menarik perhatian, Nadiem datang didampingi langsung oleh pengacara kondang Hotman Paris Hutapea bersama tim hukumnya.
Tanpa memberikan komentar sedikit pun kepada wartawan, Nadiem langsung masuk ke ruang pemeriksaan.
Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan 2019–2022, yang melibatkan pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.
Kasus ini mencuat ke publik karena dugaan adanya penyimpangan anggaran besar-besaran dalam proyek pengadaan laptop pendidikan senilai triliunan rupiah.
Proyek ini digagas untuk mendukung digitalisasi sekolah selama masa pandemi hingga pasca-pandemi.
Pemeriksaan terhadap Nadiem dilakukan menyusul pengembangan intensif oleh penyidik.
Sebelumnya, Kejagung telah melakukan penggeledahan ke beberapa lokasi strategis, termasuk kantor GoTo di kawasan Melawai, Jakarta Selatan.
Dalam rangkaian penyidikan tersebut, nama-nama penting ikut terseret. Salah satunya adalah Andre Soelistyo, mantan CEO Gojek dan GoTo, yang diperiksa intensif selama hampir 14 jam sehari sebelum Nadiem, tepatnya pada Senin, 14 Juli 2025.
Kasus ini menyoroti kembali transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, khususnya di sektor pendidikan.
Program digitalisasi yang seharusnya mempercepat kemajuan pembelajaran justru berpotensi disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Nadiem yang saat proyek itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan menjadi tokoh kunci yang keterangannya diperlukan untuk membuka tabir siapa saja yang bertanggung jawab dalam proyek ini.
BACA JUGA:Update Kasus Korupsi Chromebook, Kejagung Periksa 7 Saksi di 'Lingkaran' Nadiem Makarim
Meski belum ada keterangan resmi terkait status hukum Nadiem, kehadirannya dalam pemeriksaan kedua ini menjadi sorotan publik dan media nasional, mengingat besarnya ekspektasi terhadapnya sebagai salah satu menteri muda di era Jokowi.