Usai Protes, Warga Kediri Diteror Sound Horeg dari Pagi hingga Malam, Begini Ceritanya!

Kamis 31 Jul 2025 - 10:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

BACAKORAN.CO - Suasana Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, belakangan ini memanas setelah seorang warga, Eko, berani melayangkan protes terhadap kegiatan sound horeg yang digelar di desanya. 

Kegiatan yang awalnya berupa pawai hiburan justru berujung ancaman bagi dirinya dan keluarganya.

Menurut penuturan Eko, rombongan sound horeg sengaja berhenti di depan rumahnya dan menyalakan speaker dengan volume maksimal mulai pukul 13.30 hingga 21.00 WIB, padahal saat itu orang tuanya sedang sakit. 

Ia berharap tindakan seperti ini mendapat perhatian dari pihak kepolisian dan pemerintah setempat.

BACA JUGA:Sound Horeg Viral Lagi, Memed Si Teknisi Blitar Dijuluki Thomas Alva EdiSound Dihujani Fatwa Tetap Tancap Bass

BACA JUGA:Bukan Cuma Edi Sound, Ini 3 Sosok Legendaris 'Sound Horeg' yang Viral di Indonesia

Kekerasan Sosial dan Teror Psikologis

Tidak hanya teror suara, Eko menyampaikan bahwa setelah melayangkan protes, ia dan keluarganya dikucilkan oleh warga sekitar. 

Bahkan, fotonya bersama sang istri disebarkan ke komunitas sound horeg disertai narasi negatif, seolah mereka adalah "penghambat hiburan warga".

“Foto kami itu disebar oleh mereka, dikatakan ‘ini loh yang menghambat keberadaan sound horeg’,” ujar Eko saat diwawancarai media.

Insiden lebih serius ternyata pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 2022, Eko sempat dikeroyok oleh massa setelah menegur rombongan sound horeg yang melintas di depan rumahnya. 

Dampak sosial dari keberaniannya membuat hubungan dengan tetangga memburuk secara drastis.

BACA JUGA:Dokter Spesialis THT Ungkap Bahaya Sound Horeg: Jarak Aman Minimal 2 Kilometer dari Speaker

BACA JUGA:Demi Sound Horeg, Pemdes Donowarih Minta Warga Mengungsi saat Karnaval Karangjuwet: Tak Ada yang Nolak

Iuran Rp500 Ribu Jadi Beban Warga

Selain gangguan suara, warga desa juga mengeluhkan soal pungutan yang diminta panitia sound horeg. 

Iuran yang dibebankan sebesar Rp500 ribu per kepala keluarga dinilai sangat membebani, apalagi tidak sedikit warga yang sebenarnya tidak menyetujui kegiatan tersebut.

Kategori :