Bikin Merinding! Bocah 1,8 Tahun di Bengkulu Muntah Cacing, Dokter Temukan Larva di Paru!

Selasa 16 Sep 2025 - 12:07 WIB
Reporter : Ramadhan Evrin
Editor : Ramadhan Evrin

BACAKORAN.CO – Seorang balita berusia 1,8 tahun di Kabupaten Seluma, Bengkulu bernama Khaira Nur Sabrina memuntahkan cacing dari mulut dan hidungnya.

Saat ini Khaira tengah menjalani perawatan intensif di RSUD M. Yunus Bengkulu setelah dirujuk dari RSUD Tais.

Saat pertama kali dibawa orang tuanya, Prengki (25) dan Yanti Hastuti (24), bocah mungil ini hanya berbobot 8 kilogram, disertai demam tinggi dan batuk berdahak.

Awalnya dokter menduga Khaira mengalami bronkopneumonia (infeksi paru-paru).

BACA JUGA:Hari Ini Prabowo Umumkan Reshuffle Lagi, Erick Thohir Hingga Bahlil Dikabarkan Jadi Target

BACA JUGA:Proyek Peningkatan Prasarana Stasiun Kereta Api Lahat - Lubuklinggau Tahun 2022 Seret 2 Tersangka ke Penjara

Namun, selanjutnya cacing gelang berulang kali keluar dari mulut si kecil, memaksa tenaga medis meningkatkan perawatan darurat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Seluma Mazda mengatakan, seperti ini adalah yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut.

“Ini baru pertama ada balita memuntahkan cacing di Seluma. Saat ini pasien sudah mendapat perawatan medis di RSUD Tais,” ungkapnya.

Pihak Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat kini menyelidiki lingkungan tempat tinggal keluarga Khaira, termasuk kemungkinan paparan dari hewan ternak atau sanitasi yang kurang layak.

BACA JUGA:Anggota DPRD Bogor Bolos Kerja 6 Bulan Ngaku Sakit Tapi Tetap Terima Gaji, Rincian Hartanya Jadi Sorotan

BACA JUGA:Peserta Wajib Sabar, Menpan RB Ungkap Kepastian Seleksi CPNS 2026 Masih Tunggu Presiden

Kondisi Kritis dan Temuan Mengejutkan

Rudi Syawaludin, Kepala Dinas Kesehatan Seluma, menyebut kondisi Khaira sangat memprihatinkan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan anemia, leukosit tinggi, dan kadar gula darah 270.

Yang paling mengejutkan, hasil rontgen paru-paru menemukan larva cacing di dalam organ pernapasan paru-paru.

Kategori :