Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang Humbang Hasundutan, BNPB: 5 Korban Jiwa, 4 Hilang

Kamis 27 Nov 2025 - 20:04 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada Selasa malam, 25 November 2025, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat.

Peristiwa tragis ini menelan sedikitnya lima korban jiwa, sementara empat orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Kejadian tersebut menjadi salah satu bencana paling memilukan yang menimpa wilayah pegunungan di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa selain korban meninggal dan hilang, terdapat tujuh warga yang mengalami luka berat serta dua orang lainnya menderita luka ringan.

BACA JUGA:Konsekuensi, RS yang Tolak Ibu Hamil di Papua Terancam Dicabut Izinnya!

BACA JUGA:Heboh Karena Tuku Tumbler Penumpang KRL, Seorang Pegawai Dipecat, KAI Bantah dan Ungkap Belum Ada Pemecatan!

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi segera dibawa ke RSUD Doloksanggul untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kondisi mereka masih dipantau secara ketat oleh tim medis, mengingat luka yang dialami cukup serius akibat terjangan material longsor dan derasnya arus banjir bandang.

Operasi pencarian korban hilang kembali digelar pada hari berikutnya dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, relawan, serta unsur pemerintah daerah.

Kehadiran tim gabungan ini menunjukkan betapa seriusnya upaya penyelamatan yang dilakukan.

BACA JUGA:Akses Sibolga–Tapteng Terputus! Wali Kota Hilang Kontak, Bantuan Logistik Terpaksa Dikirim dengan Hercules

BACA JUGA:Kelabui Polisi, Siti Fatimah Sembunyikan 57 Paket Sabu Dalam Bra Warna Abu-abu

Namun, medan yang berat dan cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan besar.

Material longsoran yang menutup akses jalan membuat mobilisasi alat berat dan tim penyelamat berjalan lambat.

Hujan yang masih turun dengan intensitas tinggi semakin memperburuk situasi, menambah risiko bagi para petugas yang bekerja di lapangan.

Kategori :