Tercatat sekitar 35 hektare sawah milik warga terdampak banjir, dan sebagian besar tanaman padi terendam air cukup dalam.
BACA JUGA:Akses Terputus Akibat Banjir Bandang, Alat Berat Dikerahkan Alihkan Sungai di Batu Busuak Padang!
Warga pun khawatir akan mengalami gagal panen, mengingat tanaman padi yang terendam terlalu lama berpotensi rusak dan mati.
Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi para petani.
Pasalnya, sebagian besar warga Desa Pasir Ampo menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
Jika gagal panen benar-benar terjadi, maka kerugian ekonomi yang dialami warga diperkirakan cukup besar.
BACA JUGA:Belum Tuntas Banjir & Longsor, Tanah Bergerak Kembali Hancurkan Rumah Warga Tapanuli Selatan
Belum lagi biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki rumah dan membersihkan lumpur sisa banjir.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi jangka panjang, terutama dengan melakukan perbaikan dan penguatan tanggul Sungai Cidurian.
Selama tanggul yang rusak sejak 2015 tersebut belum diperbaiki secara menyeluruh, banjir dikhawatirkan akan terus berulang setiap tahun.
Hingga saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut.
BACA JUGA:Indonesia Dikepung Dua Bibit Siklon Tropis, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Sumatera Bisa Meluas
BACA JUGA:Mensos Ingatkan Artis & Influencer Soal Donasi Bencana Banjir Sumatera: Sebaiknya Izin Dulu
Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, terutama keluarga dengan anak kecil dan lansia.