"Jadi uang ini kan dikumpulin dari beberapa orang, dimasukin karung. Tadi kan ada karung warna hijau. Masukin karung, dibawa gitu. Kayak bawa beras gitu, bawa karungnya gitu. Jadi bawa karung, 'Ini Pak dari si Anu'. Karena mungkin mau dibawa gini kan (pakai tangan) ini, susah gitu ya, uangnya mungkin ya. Mungkin di sana itu," ungkap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat jumpa pers di gedung KPK, dilansir Bacakoran.co dari Detiknews, Rabu (21/1/2026).
Uang itu dikumpulkan oleh 'Tim 8' yang merupakan tim sukses (timses) Sudewo saat Pilkada.
BACA JUGA:KPK Ungkap Alasan Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo Dilakukan di Kudus Usai OTT Uang Miliaran Rupiah
BACA JUGA:Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat
Tim ini juga yang diajak kerja sama oleh Sudewo dalam melakukan aksinya dengan pemerasan terhadap para calon perangkat desa.
Uang yang ada di dalam karung tersebut terbagi atas berbagai nominal. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribuan.
"Ada yang berapa pecahan-pecahan gitu. Itu dibawa karung gitu dan tidak ada iketannya. Ada yang pakai karet, ada yang ini (diikat) gitu, seperti itu. Jadi mungkin itu alat untuk membawa saja gitu, membawa uang gitu, seperti itu. Jadi dikarungin," terang Asep.
Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menangkap Bupati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT).
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dilansir Bacakoran.co dari Kompas.com, Senin (19/1/2026).
Untuk sejauh ini, penyidik KPK masih terus memeriksa Sudewo secara intensif dan menyeluruh.
“Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus,” tegas dia.
BACA JUGA:Sehari Dua Bupati! OTT KPK Seret Bupati Pati Sudewo, Ini Kasusnya
BACA JUGA:OTT KPK: Bupati Madiun Hari Wuryanto Ditangkap Terkait Fee Proyek dan Dana CSR!
Tapi, Budi belum bisa menjelaskan soal perkara yang menjerat Sudewo sehingga dia terjaring OTT.
Sebelum pemberitaan penangkapan terjadi, KPK sedang menggelar OTT di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Hal ini juga disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.