Menteri PPPA Berikan Jempol Persiapan Haji, Ini Gegaranya

Kamis 29 Jan 2026 - 15:35 WIB
Reporter : Kumaidi
Editor : Kumaidi

BACAKORAN.CO - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi atas persiapan pelaksanaan haji Indonesia. Ini setelah dia melihat penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mencatat langkah maju dalam pelayanan jamaah. 

Ini menyusul bertambahnya jumlah petugas haji perempuan. Peningkatan ini diapresiasi karena sinyal akan hadirnya layanan yang lebih ramah, empatik, dan sesuai kebutuhan jamaah.

"Terutama perempuan dan lansia yang kini mendominasi keberangkatan haji Indonesia," jelas Arifatul sebagaimana dilansir di situs Kemenhaj.

“Alhamdulillah, tahun ini komposisi petugas perempuan sudah mencapai 33 persen, tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA:Kemenhaj Dorong Fatwa MUI soal Status Pendaftaran Haji dan Larangan Haji Ilegal

Data menunjukkan, 55,4 persen jamaah haji Indonesia adalah perempuan, dan sebagian besar dari mereka berusia lanjut. 

Kondisi ini, kata Arifatul, menuntut pendekatan pelayanan yang lebih sensitif dan penuh empati.

Pengalamannya saat menjadi Amirul Hajj 2025 menjadi pelajaran berharga. 


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi atas persiapan pelaksanaan haji Indonesia-Kemenhaj-

Saat itu, keterbatasan jumlah petugas perempuan membuat sejumlah kebutuhan jemaah perempuan tidak tertangani secara optimal.

“Banyak persoalan yang memang lebih tepat ditangani petugas perempuan, seperti fikih perempuan, pendampingan di kamar, sampai situasi darurat yang menyangkut privasi jemaah,” jelasnya.

BACA JUGA:Dianggap Kurang Manusiawi, KY Buka Peluang Pengusutan Hakim PN Palembang dalam Perkara Haji Halim

Ia juga menyoroti kondisi jamaah lansia yang membutuhkan perhatian ekstra. Pada musim haji sebelumnya, ditemukan kamar yang seluruh penghuninya lansia. 

Saat salah satu sakit atau kesulitan ke kamar mandi, tidak ada yang cukup kuat membantu.

“Ke depan, kami mengusulkan komposisi kamar yang lebih seimbang, ada jamaah yang lebih muda agar bisa saling membantu. Ini terlihat sederhana, tapi dampaknya besar bagi kenyamanan dan martabat jemaah lansia,” tuturnya.

Kategori :