BACA JUGA:Demo Ricuh di Negara Tetangga RI, Mahasiswa-Polisi Bentrok Gegara Mobil Baru DPR!
Menurut keterangan Dirreskrimum Polda NTB, Brigadir Esco sempat berdinas ke Polsek Sekotong sebelum akhirnya hilang kontak.
“Habis itu, alasannya izin mau besuk orang tuanya sakit,” terang Syarif. Informasi ini diperkuat oleh catatan kehadiran dan keterangan dari rekan-rekan piket di Polsek Sekotong.
Namun, setelah izin tersebut, Esco tidak pernah kembali bertugas dan akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat terhadap orang-orang terdekat, termasuk istrinya sendiri.
Motif Masih Diselidiki
BACA JUGA:Polisi Gadungan di Bekasi Ditangkap, Terlibat Penipuan hingga Bawa Lari Istri Orang
BACA JUGA:Update! FBI Temukan Senjata Pembunuh Influencer Charlie Kirk, Tersangka Masih Berkeliaran!
Meski Briptu Rizka telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi belum mengungkap secara resmi motif di balik pembunuhan tersebut.
Kombes Kholid menyebutkan bahwa penyidikan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain.
“Namun demikian, polisi belum mengungkapkan peran Rizka termasuk kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus pembunuhan itu,” ujarnya.
Penyidik terus mendalami keterlibatan pihak lain serta mengumpulkan bukti tambahan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kasus ini.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan anggota kepolisian sebagai pelaku dan korban.
Banyak netizen menyoroti pentingnya pengawasan internal dan evaluasi psikologis terhadap personel kepolisian, terutama dalam hubungan rumah tangga dan tekanan kerja.
"Penasran sama motif pmbunuhannya , dari segi karir udah sama enaknya padahal."
"Ramai sekali berita tentang polisi dalam beberapa bulan terakhir."
"Sesama kalian saja saling membunuh, apalagi yg bs dpercaya dari kepolisian???"