Menurutnya, Rusia telah menunjukkan pola agresi yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, strategi pencegahan menjadi prioritas utama.
“Kita harus mampu mencegah agresi, dan jika diperlukan, kita harus siap berperang,” tegas Starmer.
Pernyataan ini mencerminkan perubahan pendekatan keamanan Inggris yang kini lebih proaktif dan terbuka dalam menunjukkan kekuatan militernya.
Langkah Inggris tidak berdiri sendiri.
Prancis juga mengumumkan rencana pengerahan kelompok kapal induknya ke wilayah Arktik pada tahun 2026.
Hal ini menunjukkan adanya koordinasi dan kesamaan visi di antara negara-negara Eropa dalam memperkuat pertahanan kolektif.
Kolaborasi antara Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan negara NATO lainnya mempertegas bahwa keamanan Arktik bukan lagi isu regional, melainkan kepentingan global.
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Evaluasi Dana Desa: Penyaluran Selama 10 Tahun Banyak yang Tak Sampai ke Rakyat
Pengerahan kelompok serang kapal induk tentu membawa dampak strategis yang signifikan.
Di satu sisi, hal ini memperkuat daya tangkal NATO terhadap potensi agresi.
Namun di sisi lain, langkah ini juga berpotensi meningkatkan tensi geopolitik dengan Rusia.
Para pengamat menilai bahwa kawasan Arktik kini menjadi salah satu titik panas baru dalam persaingan kekuatan global.
Kehadiran militer yang lebih intens bisa menjadi faktor pencegah konflik, namun juga bisa memperbesar risiko eskalasi jika tidak dikelola dengan diplomasi yang hati-hati.
BACA JUGA:Jokowi Respon Steatment Tak Buka Pintu Maaf untuk Roy Suryo cs di Kasus Ijazah Palsu: Urusan Pribadi
Pengerahan HMS Prince of Wales ke Atlantik Utara dan Kutub Utara menandai fase baru dalam strategi pertahanan Inggris.