Serangan Udara Israel di Beirut Memicu Eskalasi Konflik dengan Hizbullah

Jumat 13 Mar 2026 - 14:12 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACA JUGA:Oknum Ketua LSM di Prabumulih Diduga Tipu Pencari Kerja Hingga Ratusan Juta, Polisi Diminta Usut Tuntas

Serangan tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan warga sipil yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan udara lain yang terjadi pada waktu subuh di wilayah Beirut menewaskan sedikitnya 12 orang.

Serangan itu menghantam trotoar di kawasan tepi laut yang selama ini menjadi tempat berlindung bagi keluarga pengungsi yang mendirikan tenda darurat.

Banyak warga sipil yang menjadi korban karena lokasi tersebut digunakan oleh keluarga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik yang terus berlangsung.

Salah seorang pengungsi bernama Abu Ali mengungkapkan kemarahannya atas serangan tersebut.

BACA JUGA:Sempat Heboh Keluarga Lansia Nias Ditagih PLN Rp600 Ribu, Kini Beri Klarifikasi

“Siapa yang ada di tenda-tenda ini? Ada anak-anak, orang tua, dan perempuan di dalamnya. Israel… pembenaran apa yang akan mereka ciptakan untuk serangan tadi malam?” katanya.

Pengungsi lainnya, Mahmoud Kassem, juga mengaku sangat terpukul melihat dampak dari serangan tersebut.

“Hatiku hancur,” ujarnya singkat.

Sejak pekan lalu, Israel meningkatkan intensitas serangan udara di wilayah selatan dan timur Lebanon, termasuk pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis utama Hizbullah.

Menurut otoritas Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah mencapai 687 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 98 anak-anak, 62 perempuan, serta 18 tenaga medis yang turut menjadi korban.

BACA JUGA:KPK Resmi Tahan Yaqut Cholil Qoumas, Skandal Kuota Haji 2024 Terbongkar!

Selain korban jiwa, konflik ini juga menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin besar.

Lebih dari 800.000 warga Lebanon dilaporkan terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi di berbagai wilayah selatan negara tersebut.

Bahkan, perintah evakuasi terbaru disebut mencakup hampir sepersepuluh wilayah Lebanon, yang memicu gelombang pengungsian besar-besaran.

Kategori :