PALEMBANG, BACAKORAN.CO - Pemerintah Indonesia memastikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap berjalan tanpa perubahan, meskipun negara tetangga Malaysia telah mengambil langkah strategis dengan memangkas kuota subsidi bensin RON 95.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah belum memiliki rencana untuk membatasi atau menaikkan harga BBM bersubsidi di dalam negeri.
Pemerintah Indonesia Berhati-Hati Soal Subsidi Energi
Dalam keterangannya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026), Bahlil menekankan bahwa Presiden selalu mengingatkan agar kebijakan energi dijalankan dengan penuh kehati-hatian.
Fokus utama pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok kecil dan menengah.
BACA JUGA:Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Meski Dunia Dilanda Darurat Energi!
BACA JUGA:Gokil! Mazda CX-80 Plug-in Hybrid Tembus 700 Km Sekali Jalan, Tanpa Isi BBM, Kok Bisa Senyaman Itu?
“Subsidi BBM masih tetap sama, tidak ada kenaikan maupun pembatasan. Pemerintah ingin memastikan rakyat kecil tetap terlindungi,” ujar Bahlil.
Dinamika Global Jadi Pertimbangan
Meski saat ini belum ada perubahan kebijakan, Bahlil mengakui bahwa pemerintah terus memantau perkembangan geopolitik dan krisis energi global.
Menurutnya, dinamika pasar energi bisa berubah sangat cepat, bahkan dalam hitungan minggu.
“Yang terpenting bagi kita adalah memastikan stok BBM tetap aman. Jika ada perubahan situasi global, tentu akan dipertimbangkan kembali,” tambahnya.
Imbauan Efisiensi Energi
Selain itu, Bahlil mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi.
BACA JUGA:Lebaran 2026 Makin Berarti, Suzuki Ertiga Hybrid Hadir dengan Teknologi Cerdas dan BBM Super Irit
BACA JUGA:Gesit, Tangguh dan Irit, Honda PCX 160 2026 Resmi Dirilis, Klaim BBM Seliter Bisa Tempuh Jarak 45 KM
Ia menekankan pentingnya kesadaran publik agar tidak boros dalam mengonsumsi BBM di tengah ketidakpastian global.
“Pemakaian BBM harus dilakukan dengan rasa bijaksana. Efisiensi energi adalah langkah mitigasi paling penting saat ini,” tutupnya.