BACAKORAN.CO - Kapal kontainer punya perusahaan pelayaran Perancis CMA CGM telah lolos melintasi Selat Hormuz dan berlayar keluar dari Teluk.
Ini adalah efek dari kegigihan Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak ajakan perang Presiden AS Donald Trump.
Dilansir Bacakoran.co dari Republika dan mengutip dari MarineTraffic, kapal ini diyakini sebagai kapal pertama milik perusahaan pelayaran barat yang melakukan perjalanan melalui selat tersebut.
Selat yang dalam keadaan normal membawa sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia itu telah ditutup secara efektif sejak AS dan Israel memulai perang di Iran pada akhir Februari.
BACA JUGA:Selat Hormuz Dibuka Lagi! Kapal Barat Pertama Nekat Melintas di Tengah Ancaman Iran
BACA JUGA:Sempat Ngotot Izin Melintas, Kini Amerika Serikat Sebut Tak Butuh Selat Hormuz, Kenapa?
Kapal CMA CGM Kribi berlayar di bawah bendera Malta, dilaporkan sudah mengaktifkan transpondernya di dekat pantai lepas pantai Dubai pada 28 Maret sebelum melewati selat tersebut dengan membawa muatan.
Kapal ini kemudian dilaporkan memutari pulau Larak, dekat pantai Iran, yang telah menjadi jalur populer bagi kapal-kapal yang melakukan transit.
“Saya menelepon Prancis, Macron, yang istrinya memperlakukannya dengan sangat buruk, (dia) masih dalam masa pemulihan dari rahang kanan,” kata presiden AS, tampaknya merujuk pada video tahun 2025 di mana Brigitte Macron tampak mendorong wajah suaminya di dalam jet kepresidenan Prancis.
Sebelumya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan bahwa AS mulai mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan Selat Hormuz di tengah perang dengan Iran.
Trump mengklaim Teheran "sangat" menginginkan kesepakatan dengan Washington.
Dilansir dari Anadolu Agency, Senin (30/3/2026), disampaikan Trump dalam wawancara dengan media Israel, Channel 14, pada Minggu (29/3) waktu setempat.
Ketika ditanya apakah AS mampu mengendalikan jalur perairan strategis Tersebut dan langsung direspon oleh Trump