Puluhan Siswa Jaktim Tumbang Usai Santap Spageti MBG, BGN Akhirnya Buka Suara!

Sabtu 04 Apr 2026 - 17:02 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Lebih dari 55 siswa dari empat sekolah di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini sontak menimbulkan kehebohan dan kekhawatiran di kalangan orang tua serta masyarakat luas, mengingat program MBG sejatinya dirancang untuk mendukung kesehatan dan gizi anak-anak sekolah.  

Badan Gizi Nasional (BGN) segera merespons dengan menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangannya pada Sabtu (4/4/2026).  

BACA JUGA:Selat Hormuz Dibuka Lagi! Kapal Barat Pertama Nekat Melintas di Tengah Ancaman Iran

BACA JUGA:Bos Rokok HS Mangkir KPK, Jejak Koper Rp5 Miliar di Kasus Cukai Rokok Terbongkar?

Nanik menegaskan bahwa BGN akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang dirawat di rumah sakit.

Sebagai langkah tanggung jawab sekaligus pengamanan, BGN juga menghentikan operasional Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tambahnya.  

Kronologi kejadian bermula pada Kamis (2/4) sore, ketika sejumlah guru melaporkan adanya siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan MBG.

BACA JUGA:Viral! 5 Oknum TNI dan 1 Polisi Diduga Keroyok Warga di Kafe Torut Gegara Tak Diberi Miras

BACA JUGA:Gunung Dukono Erupsi usai Gempa, Abu Vulkanik Capai 4.000 Meter Gegerkan Halmahera Utara

Menu yang disajikan saat itu terdiri dari spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa makanan tidak dalam kondisi segar.

Menurut Nanik, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.  

Kategori :