BACAKORAN.CO – Jagat dunia maya kembali diguncang oleh aksi nekat sebuah akun TikTok bernama Dikidoy live sidang FH UI yang tengah mengadili para mahasiswa pelaku kekerasan gender.
Lantas publik dibuat bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok di balik akun Dikidoy tersebut.
Menyebarnya kasus pelecehan seksual FH UI bermula dari bocornya tangkapan layar sebuah grup aplikasi pesan singkat yang berisi percakapan merendahkan martabat perempuan.
Belasan mahasiswa tingkat awal diduga kuat terlibat aktif dalam skandal yang menargetkan puluhan mahasiswi dan dosen.
Saat pihak kampus berupaya menyelesaikan masalah ini secara hati-hati melalui sidang audit tertutup, aksi Dikidoy live sidang FH UI justru membongkar jalannya persidangan ke hadapan ribuan pasang mata warganet di media sosial.
Meski awalnya mendapat apresiasi karena membuka akses informasi kepada masyarakat, akun tersebut kini tersandung kontroversi akibat rekam jejak digitalnya yang diduga pernah melontarkan komentar bernuansa pelecehan.
Pemilik akun yang disinyalir merupakan mahasiswa aktif di lingkungan kampus tersebut mendadak viral setelah merekam jalannya sidang internal dari awal hingga akhir.
Dalam aksinya, ia dilaporkan menyiapkan perangkat daya tambahan demi menjaga stabilitas siaran yang berlangsung selama berjam-jam.
BACA JUGA:Owner Travel Umrah Ummi Wisata Lubuklinggau Ditangkap di Tangerang
Namun, gelombang dukungan tersebut tidak bertahan lama.
Kontroversi mulai mencuat ketika sejumlah warganet menelusuri riwayat interaksi akun 'Dikidoy' di media sosial.
Hasil penelusuran tersebut mendapati adanya dugaan komentar masa lalu dari akun terkait yang mengobjektifikasi perempuan.
Temuan ini memicu ironi di kalangan masyarakat, mengingat akun tersebut tengah meliput persidangan yang justru mengadili kasus kekerasan berbasis gender.
Publik membandingkan aksi yang sekadar merekam persidangan tersebut dengan keberanian para mahasiswi serta moderator perempuan yang secara langsung dan lantang mengonfrontasi pelaku di ruang sidang, namun justru minim mendapat apresiasi.