Korban juga menegaskan keheranannya, "Because i know that he did something wrong, dan asking people to send bikini pictures, telling me he misses me, thats so Wierd and unprofessional WHEN HE HAS A WIFE AND KIDS!!!".
Korban secara sadar memberikan dukungan penuh dan izin agar foto-foto bukti tersebut dipublikasikan, dengan harapan tidak ada lagi mahasiswa yang menjadi korban dari oknum tersebut.
Dosen lain yang menerima laporan sebelumnya bahkan sempat berjanji akan berhenti menggunakan jasa akomodasi oknum tersebut untuk mahasiswa pertukaran.
Sangat ironis ketika melihat poster pelantikan yang tersebar, di mana oknum tersebut dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Keperawatan Jiwa.
BACA JUGA:KPK Gencar Berantas Rokok Ilegal, Industri Minta Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Fakta Memalukan 16 Mahasiswa FH UI: 14 Pelaku Sempat Sembunyi di Balik Orang Tua
Sebelumnya kasus pelecehan kembali terjadi setelah terungkapnya tangkap layar yang tersebar di media sosial mengenai grup vulgar mahasiswa FH UI yang melibatkan 16 mahasiswa angkatan 2023.
Skandal ini berujung pada sebuah sidang terbuka di Auditorium FH UI yang diinisiasi langsung oleh pihak korban untuk menuntut pertanggungjawaban moral secara publik.
Fenomena mengerikan ini menjadi sorotan tajam karena 16 mahasiswa FH UI tersebut terbukti menggunakan grup obrolan internal untuk mengirimkan pesan bernuansa seksual yang secara brutal merendahkan martabat sesama rekan kampus mereka.
Skandal pelecehan seksual FH UI ini pertama kali terendus publik ketika ke-16 mahasiswa tersebut secara tiba-tiba mengirimkan permohonan maaf di grup angkatan pada hari Sabtu (11/4/2026) menjelang Minggu dini hari.
BACA JUGA:Geger! 16 Mahasiswa UI Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Percakapan Mesum Grup Chat Tersebar
Permintaan maaf tersebut awalnya diunggah tanpa disertai konteks yang jelas, sehingga menimbulkan tanda tanya besar.
Namun, hanya dalam hitungan jam, tangkapan layar percakapan dari grup LINE dan WhatsApp yang membongkar tabiat buruk 16 mahasiswa FH UI itu menyebar luas dan viral di media sosial X.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengonfirmasi bahwa pesan-pesan dalam grup tersebut sangat tidak pantas dan melecehkan.
"Pelaku menyampaikan pesan-pesan lelucon, mohon maaf, dan juga perendahan terhadap harkat martabat teman-teman di FH. Kebanyakan bentuknya adalah pesan yang merendahkan, dengan nuansa seksual," tegas Dimas.