"Masinis puji Tuhan aman," kata Anne Purba kepada awak media di lokasi kejadian, Selasa.
Saat ini otoritas perkeretaapian bersama tim gabungan mengarahkan seluruh sumber daya dan konsentrasi penuh untuk menyelamatkan nyawa penumpang.
BACA JUGA:Updated Terbaru Tragedi Stasiun Bekasi Timur, 14 Orang Tewas 84 Luka Berat dan Ringan
Anne menambahkan bahwa prioritas utama petugas di lapangan adalah melakukan evakuasi secara terukur, mengingat situasi kritis di mana masih ada penumpang komuter yang terjepit kuat di dalam struktur gerbong yang ringsek akibat hantaman tersebut.
"Ini fokus ke evakuasi. Dari evakuasi nanti pasti ada tim yang melakukan evaluasi," imbuhnya memberikan penekanan terkait langkah taktis KAI.
Proses evakuasi para korban yang terjepit baja gerbong ini tidak bisa dilakukan sembarangan.
Tim penyelamat membutuhkan alat pemotong hidrolik khusus kelas berat untuk memotong pilar penyangga gerbong tanpa memicu percikan api atau memperparah cedera korban, memastikan mereka dapat dikeluarkan dengan aman dari ruang yang terkompresi.
Rangkaian Kronologi Kecelakaan Beruntun
Informasi resmi internal menyebutkan, "Info lintas Daop 1 Jakarta: Terima info JPL 85 PLB 5181 tertemper mobil. Kemudian ka 4 melintas langsung Bekasi oleh PPKP sudah diinstruksikan untuk berhati-hati dikarenakan di jalur hilir terjadi temperan dan didepannya PLB 5568a".
Namun sayang jarak pengereman ideal yang terlampau dekat membuat tabrakan beruntun KRL yang sedang berhenti tak terhindarkan.
Misteri Keberadaan Vica Hilang Usai Kecelakaan Maut KRL Bekasi Keluarga Cari Jawaban di RS Polri
Tragedi kecelakaan maut KRL Bekasi dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek menyisakan duka dan misteri kehilangan bagi sejumlah keluarga penumpang.
Hingga hari Selasa (28/4), nasib seorang pekerja muda bernama Vica Acnia Pratiwi masih belum diketahui setelah insiden mematikan di Stasiun Bekasi Timur tersebut.
Para keluarga korban kecelakaan KRL Bekasi mulai mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mencari kejelasan nasib kerabat mereka.
Salah satu keluarga yang diselimuti kecemasan adalah Watarisin, seorang warga berusia tujuh puluh tahun yang mendatangi gedung Disaster Victim Identification mencari keberadaan keponakannya, Vica Acnia Pratiwi.
Vica diketahui berada di dalam gerbong kereta komuter nahas tersebut saat sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di ibu kota Jakarta menuju kediamannya di Cikarang Barat.
Kecelakaan maut KRL yang tertabrak kereta jarak jauh ini benar-benar memutus komunikasi korban dengan keluarga. Watarisin memberikan keterangan kepada awak media mengenai hilangnya kontak dengan sang keponakan.