Rumah sakit ini menangani korban paling banyak.
Terdapat tiga korban jiwa yaitu Nurhayati yang telah dibawa pulang keluarganya ke kawasan Kemayoran, Nurlaila warga Cikarang, serta satu korban yang statusnya masih belum teridentifikasi.
Sementara itu, terdapat 37 korban yang menjalani observasi intensif di ruang IGD.
BACA JUGA:Begal di OKI yang Tikam Siswa SD Hingga Tewas Tertangkap Saat Hendak Kabur ke Jambi
Pasien tersebut antara lain Desvita, Shofi Salsabila, Anggita Rizca Utami, Ratri Intan Anggraeni, Sausan Sarifah, Ira Indira Putri, Amalia Khasanah Ulfa, Nuryati, Stevani Sofia, Dewi Sagita, Alija, Riki, Muchlis, Ahmad Nur Syahril, Siti Maryam, Hari Septiansah, Nuryani, Dinasti Kurusma Wardani, Hari Septiansyah, Vira Oktaviani Putri, Suebandi, Afna Regita, Yumita Endang PS, Purwanti, Subur Sagita, Eifan Mandhara, Dwi Apriliana, Andi Saputra, Yuliana, Ria Rustiati, Yuliana Nur Pratama, Nuriyah Indah Rahmawati, Fitria Husni, Anggita, Leni Julianti, Rifan Mandha, dan Suryani Sofia.
Rincian Korban di RS Primaya Timur
Fasilitas ini melaporkan delapan orang pasien yang sedang masuk tahap observasi IGD.
Nama korban yang tercatat meliputi Dinda Aulia, Siska, Sabrina, Jesika, Riski Mardianto, Ahlana, Qonika, dan Febrian.
Rincian Korban di RS Mitra Plumbon Cibitung Medika dan RS Siloam Timur
Tercatat ada empat orang pasien trauma yang masuk penanganan observasi bagian IGD di RS Mitra Plumbon Cibitung Medika. Sedangkan untuk RS Siloam Timur, saat ini menerima satu orang pasien luka yang dirawat pada ruang observasi UGD.
BACA JUGA:Bocoran HP Midrange Redmi Note 17 Pro Max: Layar 7 Inci Kamera 200 MP dan Hadirkan Dimensity 7500
Rincian Korban di RS Hermina Bekasi dan RS Bella Bekasi
Penanganan di RS Hermina Bekasi berpusat pada dua pasien observasi IGD bernama Alvala dan Linda Poppy.
Di lokasi RS Bella Bekasi, laporan terbaru mengonfirmasi adanya satu korban meninggal dunia yang sayangnya masih belum teridentifikasi identitasnya, ditambah empat pasien tambahan dalam prosedur observasi medis lanjutan.
Nahasnya rentetan malapetaka tidak berhenti sampai di situ. Tidak berselang lama dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dan langsung menabrak ekor komuter yang sedang berhenti.
Benturan luar biasa keras tersebut mengakibatkan lokomotif Argo Bromo merangsek masuk hingga menghancurkan bagian badan gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian.
Pihak berwenang langsung merespons tragedi kecelakaan kereta Bekasi Timur ini.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo telah mengonfirmasi runtutan kejadian mengerikan tersebut kepada awak media massa.
BACA JUGA:Pasien Rawat Inap di RS AR Bunda Prabumulih Tewas Tergantung di Kamar Mandi