BACAKORAN.CO - Mencuci beras sebelum dimasak sudah menjadi kebiasaan turun-temurun di banyak rumah tangga.
Namun, di balik rutinitas sederhana ini, ternyata ada fakta menarik yang sering luput diperhatikan.
Mencuci beras terlalu sering bukan cuma membuat air cucian semakin bening, tetapi juga berpotensi mengurangi kandungan nutrisi penting di dalam beras.
Tak sedikit orang percaya semakin banyak bilasan, semakin bersih pula nasi yang dihasilkan.
Bahkan ada yang merasa belum puas kalau air cucian beras masih terlihat keruh.
Padahal, anggapan tersebut belum tentu sepenuhnya benar.
BACA JUGA:Sedikit Makan Tapi Berat Badan Naik? Ternyata Ini Biang Keroknya yang Sering Tak Disadari
Air Keruh Saat Mencuci Beras Bukan Selalu Tanda Kotor
Air cucian beras yang tampak putih atau keruh sebenarnya sebagian besar berasal dari pati alami atau kanji di permukaan beras.
Pati inilah yang memengaruhi tekstur nasi setelah matang.
Jika beras terus dicuci hingga air benar-benar bening, lapisan alami tersebut ikut banyak terbuang.
Dampaknya, nasi bisa kehilangan tekstur pulen dan sebagian nilai gizinya.
Karena itu, mencuci beras secukupnya justru dianggap lebih ideal dibanding membilasnya berkali-kali.
BACA JUGA:Putih vs Kuning Telur, Jangan Salah Pilih! Ini Kandungan dan Manfaat yang Jarang Disadari
Berapa Kali Sebaiknya Mencuci Beras?