BACAKORAN.CO - Konsumsi gula memang tidak selalu buruk. Tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Namun, masalah muncul ketika asupan gula berlebihan terus terjadi tanpa kontrol.
Tanda kebanyakan gula pada tubuh sering kali muncul diam-diam dan dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi alarm awal gangguan kesehatan serius termasuk diabetes.
Gula alami yang berasal dari buah dan susu masih tergolong aman karena disertai serat, vitamin, dan mineral.
Berbeda dengan gula tambahan yang banyak ditemukan dalam minuman manis, makanan olahan, saus, hingga camilan kemasan.
Jenis gula inilah yang kerap menjadi penyebab lonjakan gula darah berlebihan.
Menurut rekomendasi kesehatan, konsumsi gula bebas sebaiknya dibatasi sekitar 30 gram atau setara tujuh sendok teh per hari.
Faktanya, satu kaleng soda saja bisa melampaui batas tersebut dalam sekali minum.
BACA JUGA:Waktu Matang Telur Rebus: Rahasia Tekstur Sempurna dari Lembut hingga Padat
Tubuh Punya Cara Sendiri Memberi Peringatan
Banyak orang tidak sadar bahwa tubuh sebenarnya memberi sinyal saat asupan gula mulai berlebihan.
Gejalanya bukan cuma berat badan naik, tetapi juga bisa menyerang kulit, otak, hingga sistem pencernaan.
1.Jerawat Muncul Lebih Sering
Lonjakan gula darah memicu peningkatan hormon insulin yang membuat produksi minyak di kulit bertambah.
Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat bermunculan, bahkan pada usia dewasa.