BACAKORAN.CO – Euforia perayaan gelar juara Persib Bandung mendadak berubah menjadi insiden mencekam setelah rombongan Bobotoh diserang secara brutal di wilayah Cikampek.
Peristiwa penyerangan suporter Persib ini terjadi tepat di depan Mapolsek Cikampek pada hari Sabtu, 23 Mei 2026 malam, ketika iring-iringan konvoi sedang melintas.
Bentrokan tersebut diduga kuat dipicu oleh sekelompok orang tak dikenal yang tiba-tiba keluar dari sebuah gang dan langsung melakukan provokasi bersenjata terhadap peserta konvoi.
Berdasarkan keterangan langsung dari lokasi kejadian, 1 warga bernama Zimi yang turut serta dalam rombongan konvoi mengungkapkan kronologi mengerikan tersebut.
Insiden berdarah ini meletus sekitar pukul 21.00 WIB saat jalanan dipadati suporter Persib yang mengenakan atribut kebanggaan mereka.
"Saya berada di samping korban. Untungnya saya tidak memakai atribut Persib. Satu kendaraan sepada motor yang ditumpangi 2 orang dan mengenakan pakaian Persib ditendang sampai terjatuh dari kendaraannya," katanya pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Bagi kamu yang sering mengikuti dinamika sepak bola nasional, tentu menyadari bahwa gesekan antar suporter di wilayah perbatasan seperti Karawang memang sering kali membutuhkan eskalasi pengamanan ekstra.
Situasi di lokasi kejadian dilaporkan sangat kacau karena kelompok penyerang tersebut bertindak beringas menggunakan senjata tajam.
Zimi memberikan kesaksian bahwa warga sekitar harus turun tangan dengan cepat untuk mencegah jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak akibat bentrokan ini.
"Yang diduga suporter Persija itu membawa senjata tajam bahkan sampai menyerang. Suporter Persib sempat melakukan tangkisan lalu berusaha menyelamatkan diri. Akhirnya dipisahkan oleh masyarakat setempat," katanya.
Secara analitis, manajemen kerumunan atau crowd control pada saat perayaan massal seharusnya menerapkan pemetaan titik rawan, terutama di area yang secara historis memiliki basis suporter rival, sehingga penyerangan suporter Persib ini bisa dimitigasi sejak awal melalui penempatan barikade preventif.
Hal yang cukup mengejutkan dari insiden ini adalah minimnya pengamanan di titik rawan tersebut saat kejadian berlangsung.
BACA JUGA:Akun Kampus ITBFess Hilang Diserbu Usai Sebut Bobotoh Hama, Kemahasiswaan ITB Turun Tangan