Mengandalkan arus laut untuk berpindah tempat
Seiring perjalanan menuju wilayah estuari atau muara sungai, larva tersebut mengalami transformasi menjadi glass eel atau sidat kaca.
BACA JUGA:8 Rekomendasi Susu Rendah Lemak Terbaik: Nikmat Tetap Dapat, Kalori Lebih Bersahabat
Pada fase ini, tubuh sidat masih transparan dan mulai bergerak menuju sungai serta perairan tawar untuk tumbuh hingga dewasa.
Setelah mencapai kematangan reproduksi, sidat kembali bermigrasi ke laut untuk berkembang biak dan mengulangi siklus hidupnya.
Potensi Ekonomi Sidat untuk Indonesia
Tingginya kandungan gizi membuat sidat memiliki nilai jual yang besar di pasar internasional.
Beberapa negara di Asia Timur menjadikan sidat sebagai komoditas premium yang banyak diminati.
Potensi tersebut membuka peluang besar bagi sektor perikanan Indonesia, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
BACA JUGA:Miom atau Kista? Jangan Keliru, Kenali Perbedaan Gejala dan Penanganannya Sebelum Terlambat
Namun, pemanfaatan sumber daya sidat perlu dilakukan secara hati-hati.
Pengelolaan yang tidak terkendali dapat menyebabkan penurunan populasi dan mengancam keberlanjutan spesies ini di alam.
Karena itu, para peneliti mendorong penerapan pengelolaan berbasis sains agar pemanfaatan sidat tetap seimbang antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Sidat, Harta Karun Gizi yang Selama Ini Kurang Dilirik
Temuan mengenai ikan sidat Omega-3 tertinggi di dunia menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan pangan yang luar biasa.
Di tengah popularitas salmon sebagai sumber Omega-3, sidat justru muncul sebagai kandidat kuat yang menawarkan kandungan nutrisi lebih tinggi.