USD Perkasa Usai The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Rp17.800-an, Yen Dekati Zona Intervensi

Kamis 18 Jun 2026 - 10:21 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO – PALEMBANG – Pergerakan pasar keuangan global kembali menjadi sorotan setelah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75 persen. Keputusan tersebut langsung mendorong penguatan dolar AS (USD) terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.

Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan moneter global yang semakin kompleks. Selain keputusan The Fed, perhatian investor juga tertuju pada pertemuan Bank of England (BOE) serta potensi intervensi pemerintah Jepang terhadap pelemahan yen yang semakin dalam.

BACA JUGA:Dolar AS Masih Bertahan, Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah 3 Bulan! Akankah The Fed Pangkas Suku Bunga?

The Fed Pertahankan Suku Bunga, USD Langsung Menguat

Penguatan USD terjadi setelah The Fed di bawah kepemimpinan Gubernur Kevin Warsh memilih mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen.

Meski tidak menaikkan suku bunga dalam pertemuan terbaru, pernyataan resmi The Fed mengindikasikan masih adanya risiko inflasi yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut memunculkan ekspektasi bahwa biaya pinjaman berpotensi kembali naik pada sisa tahun 2026.

Selain itu, pasar juga merespons pembentukan gugus tugas khusus untuk mengevaluasi neraca The Fed yang saat ini mencapai sekitar USD 6,7 triliun. Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa bank sentral AS masih fokus menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mengendalikan tekanan inflasi.

BACA JUGA:Dolar AS Tertekan, Harga Emas Melemah! Kesepakatan Damai Iran dan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Penentu Arah

Akibatnya, indeks dolar menguat, sehingga mata uang negara berkembang mengalami tekanan.

Rupiah Berpotensi Bergerak Volatil

Di pasar domestik, kurs USD terhadap Rupiah berada di kisaran:

Bank Buy: Rp17.795
Bank Sell: Rp17.865

Level tersebut menunjukkan Rupiah masih menghadapi tekanan eksternal akibat aliran modal yang cenderung kembali ke aset-aset berbasis dolar.

BACA JUGA:Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS! Harapan Damai AS-Iran Guncang Pasar Global

Namun demikian, analis menilai pergerakan Rupiah masih akan dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti:

Kategori :