Masalah semakin kompleks ketika data menunjukkan sekitar 54,4 persen populasi dewasa di Malaysia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, faktor risiko utama yang mempercepat munculnya diabetes tipe 2.
Banyak Orang Baru Menyadari Diabetes Saat Kondisi Sudah Parah
Salah satu persoalan terbesar dalam kasus diabetes adalah keterlambatan diagnosis.
Banyak orang baru mencari bantuan medis ketika tubuh sudah menunjukkan tanda komplikasi berat.
Spesialis transformasi fisik sekaligus pendiri industri kebugaran Badcave Training Facility, Murad Zaidi, menyoroti kesalahan persepsi yang masih umum terjadi di masyarakat.
BACA JUGA:10 Masalah Kulit Pertanda Diabetes, Jangan Sepelekan Gatal Sampai Luka Sulit Sembuh
Menurutnya, banyak orang berpikir diabetes baru dimulai saat dokter memberikan diagnosis resmi.
Padahal kondisi tersebut biasanya sudah berkembang bertahun-tahun sebelum akhirnya terdeteksi.
Murad menegaskan bahwa diagnosis medis sering kali hanya menjadi titik ketika masalah akhirnya ditemukan, bukan awal mula penyakit muncul.
Pandangan ini memperlihatkan fakta penting bahwa diabetes sebenarnya berkembang diam-diam melalui proses gangguan metabolisme jangka panjang.
Kerusakan Tubuh Sudah Dimulai Sebelum Diagnosis
Dalam banyak kasus, pasien yang datang ke fasilitas kesehatan sebenarnya telah mengalami berbagai gangguan serius yang berkembang perlahan selama bertahun-tahun.
Beberapa kondisi yang sering ditemukan antara lain resistensi insulin, kelelahan kronis, obesitas sentral atau penumpukan lemak di area perut, gangguan tidur, hingga ketergantungan pada berbagai jenis obat.
BACA JUGA:Janggan Anggap Enteng! 6 Manfaat Rutin Minum Air Putih, Penderita Diabetes Wajib Tahu
Inilah alasan mengapa diabetes sering disebut penyakit tersembunyi yang berjalan tanpa alarm jelas.
Tubuh bisa terlihat sehat dari luar; aktivitas sehari-hari masih berjalan normal, tetapi proses kerusakan organ perlahan sedang berlangsung di dalam tubuh.