Lagi! Dokter PPDS Unsrat Meninggal di Kost, Perundungan Senior Diduga Penyebab Utama

Selasa 07 Jul 2026 - 21:30 WIB
Reporter : Bimo
Editor : Tri

BACAKORAN.CO – Dr. Adrian Rantung, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat), ditemukan tak bernyawa di kamar kostnya. 

Tragedi ini mengejutkan komunitas kesehatan karena dugaan kuat adanya perundungan sebagai pemicu. 

Kasus ini kembali menyoroti isu tekanan berat di lingkungan pendidikan spesialis kedokteran. 

Menurut informasi yang beredar luas di media sosial X (Twitter) dari akun @tauroszez pada Senin, 6 Juli 2026 dengan lebih dari 103 ribu tayangan, Dr. Adrian Rantung merupakan alumni FK Unsrat angkatan 2010 yang sedang menjalani pendidikan PPDS Anestesi di FK Unsrat. 

BACA JUGA:Jokowi Merasa Dihina Soal Ijazah, Kuasa Hukum Dokter Tifa Ungkit Kasus Kerbau SBY, Begini Alasannya

Beliau ditemukan meninggal dunia di kamar kostnya. 

Gambar penghormatan yang diunggah menampilkan foto almarhum beserta keterangan resmi turut berduka cita dari komunitas kedokteran.

Screenshot percakapan internal juga beredar, menyebutkan almarhum semestinya bertugas jaga pagi namun tidak datang, hingga ditemukan sudah tidak bernyawa.

"PPDS semester awal, jadi tekanan pasti berat," tulis salah satu sumber di screenshot tersebut. 

BACA JUGA:Viral! Purbaya Kesal Saat Denny Sumargo Tanya Komplain APBN ke Prabowo, Jawab Ketus: Emang Anda Bos Saya?

Kasus ini langsung menjadi perbincangan hangat karena pola serupa yang berulang di program PPDS berbagai universitas. 

Netizen banyak menyinggung isu perundungan atau bullying yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan dokter spesialis, yang seharusnya menjadi tempat pembelajaran profesional namun justru menyisakan trauma mendalam.

"Innalillahi wa inna illaihi rojiuun, semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan," tulis @dirado27

Ya Allah kirain ga bakal ada lagi, ini harus diusut sih," tulis @changaaa13.

"YaAllah, lagi dan lagi. Perundungan dan bullying masih banyak di lingkungan kedokteran," tulis @awaaannnn__.

Kategori :