KKI Sentil Direktur RS Buntut Kasus Dokter Bully Pasien BPJS, Jangan Lepas Tangan!

Jumat 07 Aug 2026 - 11:40 WIB
Reporter : Budi
Editor : Tri

Sebagaimana dikutip dari akun X @sosmedkeras pada tanggal 4 Agustus 2026, unggahan asli Yurizal dan sejumlah tangkapan layar komentar menyebar luas.

Beberapa komentar yang menjadi sorotan antara lain saran agar Yurizal “potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan,” anjuran masuk ruang jenazah karena “selalu kosong,” hingga ucapan “Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU.”

Beberapa akun yang diduga terkait tenaga kesehatan ikut disorot netizen, termasuk yang profilnya menunjukkan keterkaitan dengan rumah sakit atau latar belakang pendidikan kedokteran/keperawatan.

BACA JUGA:Prabowo Murka Disindir Jago Orasi Saja: Peringatan Keras Tunggu Panggilan, Jangan Nantang Gue!

Setelah kasus viral, sebagian pemilik akun menyampaikan permintaan maaf. Salah satunya mengakui bahwa tulisannya telah melukai hati banyak pihak di tengah situasi sulit almarhum.

“Sedih banget bacanya, kok jahat banget ya ketikan mereka sbg tenaga medis begitu. Gimana kita sbg pasien bisa cepat sembuh kalo diginiin aja dah nambah sakitnya,” tulis @Carrotwoo17.

Netizen lain menekankan, “Semoga ini jadi PENGINGAT KERAS buat kita semua. Empati itu bukan cuma dibutuhkan pasien kepada tenaga kesehatan, tapi juga sebaliknya,” ujar @_pratamagung.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit terkait penanganan Yurizal, nama fasilitas kesehatan yang dimaksud, maupun hasil pemeriksaan medis yang mengonfirmasi hubungan langsung antara waktu tunggu dan penyebab kematian.

Keluarga dan sahabat meminta publik menghentikan hujatan lebih lanjut agar duka tidak berlarut.

Kategori :