KKI Sentil Direktur RS Buntut Kasus Dokter Bully Pasien BPJS, Jangan Lepas Tangan!

Jumat 07 Aug 2026 - 11:40 WIB
Reporter : Budi
Editor : Tri

Namun apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran disiplin profesi tingkat sedang hingga berat, konsekuensinya bisa berupa penonaktifan Surat Tanda Registrasi (STR).

Sanksi tersebut secara otomatis berdampak pada Surat Izin Praktik (SIP), sehingga tenaga medis atau tenaga kesehatan bersangkutan tidak dapat menjalankan praktik selama masa hukuman.

"Apabila terjadi penonaktifan STR, maka secara otomatis diikuti dengan penonaktifan Surat Izin Praktik (SIP). Artinya, dokter atau nakes bersangkutan tidak boleh menjalankan praktik sementara waktu sesuai tenggat hukuman, misalnya tiga hingga enam bulan, atau bahkan pencabutan," jelas Syahril.

BACA JUGA:Monday Blues Bikin Semangat Kerja Hilang? Ini 10 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Malas di Hari Senin

Kisah Pilu Yurizal: Dari Curhat Threads hingga Meninggal Dunia, Publik Kecam Oknum Dokter dan Nakes

Seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan meninggal dunia pada 31 Juli 2026 setelah sebelumnya mengeluhkan menunggu delapan jam tanpa mendapatkan kamar perawatan di rumah sakit.

Curhatannya di Threads pada 22 Juli 2026 justru dibanjiri komentar sinis dan menghina yang diduga berasal dari oknum tenaga kesehatan dan dokter.

Yurizal Tri Chaerawan, yang lahir pada 29 Juli 1997, memilih tidak menyebutkan nama rumah sakit dengan alasan statusnya sebagai peserta BPJS.

“8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs,” tulisnya di akun @yurizaltrich.

Unggahan singkat itu awalnya tampak biasa, namun menjadi sumber duka berlapis setelah kabar kematiannya tersebar.

BACA JUGA:Badai PHK Belum Usai, 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries Kena PHK Massal, Pabrik Garmen Setop Produksi

Sepupunya, Hilda Aprianti Perdana akun @hilperd, mengonfirmasi kepergian Yurizal.

“Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads, sebelumnya dia sakit ga pernah cerita-cerita ke mana, bahkan ke keluarga, apa-apa nyimpen sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini,” ujar Hilda.

Sahabat dekatnya, Firhan Arief akun @firhan_arief, memberikan kesaksian yang lebih rinci. Ia mendampingi almarhum sejak masuk IGD.

“Saya yang betul-betul mendampingi Alm dari awal masuk IGD, nunggu CT Scan sampai 48 jam, dapat ruangan setelah 2 hari di IGD, dan bahkan ketika Alm mau masuk HCU ruangan penuh, akhirnya Alm diberikan tindakan khusus di ruang ranap. Saya juga bersaksi, Alm menangis dan sedih lihat threads ini,” tulis Firhan.

BACA JUGA:Blak-blakan di Podcast Deddy Corbuzier, Ruben Onsu Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Sarwendah...

Ia menambahkan bahwa kondisi Yurizal menurun setelah membaca komentar-komentar tersebut, hingga akhirnya tidak lagi memegang alat komunikasi.

Kategori :