Otto Iskandardinata mengusulkan agar Soekarno dan Mohammad Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Usulan tersebut kemudian diterima secara aklamasi.
Artinya, tidak dilakukan pemungutan suara dengan persaingan antarkandidat karena tidak terdapat calon lain yang diajukan.
Keputusan tersebut menunjukkan adanya kesepakatan kuat di antara anggota PPKI mengenai sosok yang dianggap mampu memimpin Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
BACA JUGA:Ups! Jangan Lakukan 7 Kesalahan Fatal Ini Saat Upacara Kemerdekaan 17 Agustus
Mengapa Soekarno Dipilih Menjadi Presiden?
Soekarno memiliki posisi yang sangat kuat dalam perjuangan menuju kemerdekaan.
Ia telah aktif dalam pergerakan politik nasional selama puluhan tahun sebelum Indonesia merdeka.
Soekarno juga dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perumusan gagasan dasar negara.
Dalam pidatonya pada 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan gagasan mengenai Pancasila sebagai dasar bagi Indonesia merdeka.
Karakter kepemimpinannya yang kuat juga menjadi modal penting.
Indonesia saat itu menghadapi situasi politik dan keamanan yang sangat tidak pasti. Kemerdekaan yang baru diproklamasikan masih harus dipertahankan.
Karena itu, figur Presiden yang memiliki pengaruh besar terhadap rakyat dianggap sangat dibutuhkan.
Mohammad Hatta Menjadi Wakil Presiden Pertama
Di samping Soekarno, Mohammad Hatta merupakan tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Hatta dikenal sebagai pemikir, ekonom, serta tokoh pergerakan nasional.
Keduanya kemudian dikenal sebagai Dwitunggal Soekarno-Hatta.