Ribuan Siswa Keracunan Makanan Gratis: Jejak Panjang Sejak 2025, Angka Terus Melonjak

Kamis 20 Aug 2026 - 13:48 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Program Makan Bergizi Gratis adalah niat mulia. Namun ketika pelaksanaannya justru mendatangkan bahaya bagi jutaan penerimanya, maka perbaikan menyeluruh — dan pertanggungjawaban yang jelas — menjadi sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi.

Sumber Data: Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, dan laporan media terverifikasi. Data per awal Agustus 2026. Angka dapat berbeda antar lembaga pencatat tergantung metode verifikasi yang digunakan.

BACA JUGA:Menteri Desa Yandri Susanto Dihujat Keras: Klaim Orang Desa Jarang Konsumsi Telur dan Daging Ayam Tanpa MBG

Rangkuman Data Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Daftar Kronologis Kasus Keracunan MBG

Periode: Januari 2025 – Agustus 2026 | Sumber: JPPI, BGN, media terverifikasi

Tahun 2025 (Peluncuran – Desember)

Januari–Maret 2025

Tanggal Provinsi Lokasi Jumlah Korban 16 Jan 2025 Jawa Tengah Sukoharjo, SD Negeri Dukuh 03 40 siswa 18 Feb 2025 Sumatera Selatan Empat Lawang 8 siswa 19 Feb 2025 Banten Pandeglang, Kec. Menes 480 orang 18 Mar 2025 Nusa Tenggara Timur Sumba Timur 29 siswa

April–Juni 2025

Tanggal Provinsi Lokasi Jumlah Korban 14 Apr 2025 Jawa Tengah Kab. Batang (8 sekolah) 60 pelajar 21 Apr 2025 Jawa Barat Cianjur (MAN 1 & SMP PGRI 1) 254 orang 23 Apr 2025 DI Yogyakarta Sleman 31 orang 30 Apr 2025 Jawa Barat Bandung, Kec. Coblong 320 orang 11 Mei 2025 Jawa Barat Bogor 210 siswa 6 Mei 2025 Jawa Barat Kota Serang 100+ orang

Juli–September 2025

Tanggal Provinsi Lokasi Jumlah Korban 21 Jul 2025 NTT Kupang, SMPN 8 186 siswa 27 Ags 2025 Bengkulu Kab. Lebong 467 orang 29 Ags 2025 Lampung Kab. Sukabumi Lampung 503 orang 11 Sep 2025 Jawa Tengah Wonogiri 131 orang 17 Sep 2025 Sulawesi Tengah Banggai Kepulauan 277 siswa 23 Sep 2025 Jawa Barat Bandung Barat, Cipongkor 364 siswa 29 Sep 2025 Aceh Aceh Utara, SDN 6 Matangkuli 3 siswa

Oktober–Desember 2025

Tanggal Provinsi Lokasi Jumlah Korban 15 Okt 2025 Sumatera Utara Toba, Laguboti 121 siswa 31 Okt 2025 Sumatera Utara Nias Utara 26 siswa Nov–Des Berbagai provinsi Terus bertambah JPPI: total 11.566 anak s.d. 12 Okt

Tahun 2026 (Januari – Agustus)

Januari–Juni 2026

Tanggal Provinsi Lokasi Jumlah Korban 8 Jan 2026 Jawa Tengah Semarang, SMKN 11 75 pelajar 30 Jan 2026 NTT Manggarai Barat 132 pelajar 14 Jul 2026 Jawa Timur Jember, Bangsalsari Belum dirinci

Juli–Agustus 2026 (Kasus Terbaru)

Tanggal Provinsi Lokasi Jumlah Korban 31 Jul 2026 Jawa Tengah Kota Semarang 707 orang (693 siswa + 14 guru) 4 Ags 2026 Papua Kab. Jayapura, Distrik Depapre 543 orang 6–7 Ags 2026 Jawa Barat Bogor, Dramaga, SD Ciherang 01 25 orang 7 Ags 2026 Jawa Tengah Magelang, Candimulyo 28 orang 13 Ags 2026 Riau Dumai, SDN 13 & SDN 15 45 siswa 13 Ags 2026 Sumatera Utara Kab. Karo, Berastagi 353 siswa 14 Ags 2026 Jawa Tengah Klaten, Cawas, SDIT Sinar Fajar 145 siswa 14–15 Ags 2026 Jawa Barat Sukabumi, Ponpes Baiti Jannati 134 orang 15 Ags 2026 Jawa Barat Sukabumi, SDN Bojongkoneng 39 siswa

Ringkasan Perkembangan Angka

Periode Sumber Total Korban Cakupan s.d. 14 Sep 2025 JPPI 5.360 anak — s.d. 21 Sep 2025 JPPI 6.452 anak — s.d. 12 Okt 2025 JPPI 11.566 anak — s.d. Mei 2026 JPPI 37.270 orang 36 provinsi s.d. Awal Ags 2026 JPPI 40.759 orang 36 provinsi

Catatan Penting

  •     Angka adalah jumlah yang tercatat/dilaporkan, kemungkinan lebih banyak yang tidak terlaporkan.
  •     BGN mencatat angka lebih rendah karena kriteria verifikasi berbeda.
  •     Kasus terbesar: Semarang (707) dan Jayapura (543) pada Juli–Agustus 2026.
  •     Penyebab dominan: penyimpanan suhu tidak tepat, bahan kadaluwarsa, kontaminasi bakteri.
Kategori :