Program Makan Bergizi Gratis adalah niat mulia. Namun ketika pelaksanaannya justru mendatangkan bahaya bagi jutaan penerimanya, maka perbaikan menyeluruh — dan pertanggungjawaban yang jelas — menjadi sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi.
Sumber Data: Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, dan laporan media terverifikasi. Data per awal Agustus 2026. Angka dapat berbeda antar lembaga pencatat tergantung metode verifikasi yang digunakan.
BACA JUGA:Menteri Desa Yandri Susanto Dihujat Keras: Klaim Orang Desa Jarang Konsumsi Telur dan Daging Ayam Tanpa MBG
Daftar Kronologis Kasus Keracunan MBG
Periode: Januari 2025 – Agustus 2026 | Sumber: JPPI, BGN, media terverifikasi
Tahun 2025 (Peluncuran – Desember)
Januari–Maret 2025
Tanggal
Provinsi
Lokasi
Jumlah Korban
16 Jan 2025
Jawa Tengah
Sukoharjo, SD Negeri Dukuh 03
40 siswa
18 Feb 2025
Sumatera Selatan
Empat Lawang
8 siswa
19 Feb 2025
Banten
Pandeglang, Kec. Menes
480 orang
18 Mar 2025
Nusa Tenggara Timur
Sumba Timur
29 siswa
April–Juni 2025
Tanggal
Provinsi
Lokasi
Jumlah Korban
14 Apr 2025
Jawa Tengah
Kab. Batang (8 sekolah)
60 pelajar
21 Apr 2025
Jawa Barat
Cianjur (MAN 1 & SMP PGRI 1)
254 orang
23 Apr 2025
DI Yogyakarta
Sleman
31 orang
30 Apr 2025
Jawa Barat
Bandung, Kec. Coblong
320 orang
11 Mei 2025
Jawa Barat
Bogor
210 siswa
6 Mei 2025
Jawa Barat
Kota Serang
100+ orang
Juli–September 2025
Tanggal
Provinsi
Lokasi
Jumlah Korban
21 Jul 2025
NTT
Kupang, SMPN 8
186 siswa
27 Ags 2025
Bengkulu
Kab. Lebong
467 orang
29 Ags 2025
Lampung
Kab. Sukabumi Lampung
503 orang
11 Sep 2025
Jawa Tengah
Wonogiri
131 orang
17 Sep 2025
Sulawesi Tengah
Banggai Kepulauan
277 siswa
23 Sep 2025
Jawa Barat
Bandung Barat, Cipongkor
364 siswa
29 Sep 2025
Aceh
Aceh Utara, SDN 6 Matangkuli
3 siswa
Oktober–Desember 2025
Tanggal
Provinsi
Lokasi
Jumlah Korban
15 Okt 2025
Sumatera Utara
Toba, Laguboti
121 siswa
31 Okt 2025
Sumatera Utara
Nias Utara
26 siswa
Nov–Des
Berbagai provinsi
Terus bertambah
JPPI: total 11.566 anak s.d. 12 Okt
Tahun 2026 (Januari – Agustus)
Januari–Juni 2026
Tanggal
Provinsi
Lokasi
Jumlah Korban
8 Jan 2026
Jawa Tengah
Semarang, SMKN 11
75 pelajar
30 Jan 2026
NTT
Manggarai Barat
132 pelajar
14 Jul 2026
Jawa Timur
Jember, Bangsalsari
Belum dirinci
Juli–Agustus 2026 (Kasus Terbaru)
Tanggal
Provinsi
Lokasi
Jumlah Korban
31 Jul 2026
Jawa Tengah
Kota Semarang
707 orang (693 siswa + 14 guru)
4 Ags 2026
Papua
Kab. Jayapura, Distrik Depapre
543 orang
6–7 Ags 2026
Jawa Barat
Bogor, Dramaga, SD Ciherang 01
25 orang
7 Ags 2026
Jawa Tengah
Magelang, Candimulyo
28 orang
13 Ags 2026
Riau
Dumai, SDN 13 & SDN 15
45 siswa
13 Ags 2026
Sumatera Utara
Kab. Karo, Berastagi
353 siswa
14 Ags 2026
Jawa Tengah
Klaten, Cawas, SDIT Sinar Fajar
145 siswa
14–15 Ags 2026
Jawa Barat
Sukabumi, Ponpes Baiti Jannati
134 orang
15 Ags 2026
Jawa Barat
Sukabumi, SDN Bojongkoneng
39 siswa
Ringkasan Perkembangan Angka
Periode
Sumber
Total Korban
Cakupan
s.d. 14 Sep 2025
JPPI
5.360 anak
—
s.d. 21 Sep 2025
JPPI
6.452 anak
—
s.d. 12 Okt 2025
JPPI
11.566 anak
—
s.d. Mei 2026
JPPI
37.270 orang
36 provinsi
s.d. Awal Ags 2026
JPPI
40.759 orang
36 provinsi
Catatan Penting
- Angka adalah jumlah yang tercatat/dilaporkan, kemungkinan lebih banyak yang tidak terlaporkan.
- BGN mencatat angka lebih rendah karena kriteria verifikasi berbeda.
- Kasus terbesar: Semarang (707) dan Jayapura (543) pada Juli–Agustus 2026.
- Penyebab dominan: penyimpanan suhu tidak tepat, bahan kadaluwarsa, kontaminasi bakteri.
Kategori :