BACA JUGA:Rekening Rp80,9 Juta Supriyono alias Botok Diblokir, Bank Mandiri Ungkap Ada Permintaan Aparat
Ia telah memerintahkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI untuk berkoordinasi erat dengan kepolisian guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pendekatannya lebih humanis, tidak kemudian pendekatan dengan kekerasan,” kata Pramono.
“Jakarta menjadi aman, nyaman kalau kita semua bisa menjaga dengan baik.”
Pemprov DKI tidak akan melarang penyampaian aspirasi.
Fokus utamanya adalah menjaga agar aktivitas warga Jakarta tetap berjalan normal, minim gangguan lalu lintas ekstrem, dan tidak ada kerusakan fasilitas publik.
BACA JUGA:Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Kembalikan Rp5,25 Miliar, Berharap Kasus DSI Segera Tuntas
Di ruang digital pernyataan Pramono memicu beragam komentar.
Sebagian mendukung pendekatan demokratis sang gubernur.
“Semangat pakkk.. jangan sama yang ono sensitif an.. orang mau menyampaikan aspirasi koq di ulti teeus terus an.. takut yaaa,” tulis @Bigbens1717.
Yang lain lebih fokus pada dampak praktis.
“Tanggal 26-27 fix titik pusat bakal macet ekstra sih ini ???? Buat kalian yang tetep harus semangat ngantor ngelewatin area demo, udah pada nyiapin rute alternatif belum nih?” tulis @shobirinbuilds.
Sementara @langitluruh mengingatkan, “Siap-siap macet ekstra 26-27 Agustus nih. Yang ngantor lewat Senayan/DPR udah siapin rute alternatif belum?”
Dengan pendekatan yang diumumkan Pramono diharapkan aksi 26-27 Agustus 2026 berlangsung damai, aspirasi tersampaikan dan Jakarta tetap nyaman bagi seluruh warganya.