Artinya, bahasa tubuh bukan alat untuk membaca pikiran seseorang secara pasti.
Konteks menjadi kunci. Perhatikan bagaimana seseorang berbicara, ekspresi wajah, postur tubuh, situasi yang sedang dihadapi, serta apakah perilaku tersebut merupakan kebiasaan yang muncul secara konsisten.
Kebiasaan memasukkan tangan ke saku celana dapat berkaitan dengan rasa nyaman, sikap santai, kecanggungan, kebiasaan, hingga usaha mengontrol gerakan tubuh. Dalam situasi tertentu, hal itu juga bisa muncul ketika seseorang merasa gugup.
Namun, tidak ada satu arti mutlak yang berlaku untuk semua orang.
Jadi, jika Anda sering memasukkan tangan ke saku celana, tidak perlu langsung menganggapnya sebagai tanda kepribadian tertentu. Bisa jadi itu hanyalah posisi yang terasa paling nyaman bagi tubuh Anda.
Begitu pula ketika melihat orang lain melakukannya. Pahami bahasa tubuh sebagai petunjuk kecil, bukan sebagai vonis terhadap karakter seseorang. (Ase Erlina)