Warga Panik! Harga Telur, Beras, dan Minyak Goreng Meroket Menjelang Idul Fitri 1447 H
Harga Telur, Beras, dan Minyak Goreng Meroket Menjelang Idul Fitri 1447 H--CNBC Indonesia
Sementara itu, harga beras pulen melonjak lebih tajam, dari Rp16.000 menjadi Rp20.000 per liter.
Sutardi, pemilik toko beras, mengungkapkan bahwa harga beras berpotensi naik lagi setelah Lebaran.
BACA JUGA:Ribut Rumahtangga Berujung Penjara, Istri Tak Siapkan Sarapan, Suami Main Tangan
BACA JUGA:Viral! Oknum Dishub Lampung Utara Ancam Sopir Truk di Jalan, Kini Minta Maaf: Terjadi Salah Paham
“Dari awal puasa ini mah naiknya. Tapi kita gak tahu apa nanti abis Lebaran bakal turun atau nggak,” katanya.
Menanggapi kondisi ini, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmi Widiriani, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Program ini menyediakan bahan pangan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan pasaran.
“Jadi silakan belanja bijak agar tidak terjadi pemborosan pangan. Jangan khawatir, puasa yang tenang, supaya kita bisa menjalankan semua dengan tenang dan tidak ada panic buying,” ujarnya.
BACA JUGA:Cemburu Berujung Maut, Pria di Batam Aniaya Kekasih Sesama Jenis hingga Tewas
BACA JUGA:Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk! Kementerian Kehakiman Tolak Rekomendasi Pengampunan
Rachmi juga mendorong masyarakat untuk mencari informasi mengenai lokasi kantor dinas atau gudang Bulog terdekat agar bisa memperoleh harga yang lebih terjangkau.
Fenomena kenaikan harga menjelang Lebaran memang bukan hal baru, namun tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat.
Di satu sisi, pedagang harus menyesuaikan harga dengan kondisi pasokan dan permintaan.
Di sisi lain, konsumen dituntut untuk lebih bijak dalam berbelanja agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa harus mengalami kesulitan finansial.
BACA JUGA:Korea Utara Dukung Penuh Iran Dipimpin oleh Motjaba Khamenei, Kutuk Keras AS!